Headline

Ahmad Sahroni Minta Pemuda Pemukul Anggota TNI Diproses

Redaktur: Syahrir Lantoni
Ahmad Sahroni Minta Pemuda Pemukul Anggota TNI Diproses - Headline

INDOPOS.CO.ID - Media sosial diramaikan dengan video seorang anggota TNI AL berkelahi di jalan dengan pengemudi mobil. Kasus yang terjadi di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur itu pun disebut-sebut masih berlanjut di Kepolisian Metro Jakarta Timur.

Menyingkapi kasus itu,  anggota DPR RI Komisi III Ahmad Sahron  menilai  dibutuhkan ketegasan dari aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan. Dengan demikian diharapkan kejadian yang sama kedepannya tidak kembali terulang.

“Jangan anggap remeh kasus ini. Kepada Polres Jakarta Timur, teruskan kasus yang menjadi viral tersebut biar menjadi pelajaran bagi yang lainnya," kata Ahmad Sahroni, di Jakarta, Sabtu (14/10).

Menurut dia, pelaku perkelahian jalanan tentunya harus menerima resiko yang telah dilakukan. Di sisi lain, Polres Jakarta Timur juga harus menindak pelaku yang bersangkutan.

Sahroni pun mengingatkan, masyarakat sebaiknya juga dapat lebih menghargai institusi TNI sebagai garda terdepan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan malah melakukan perlawanan dan mengajak berkelahi ketika diingatkan di jalan.

Dalam video, terlihat aksi saling pukul antara seorang pemuda dan anggota TNI yang sedang mengendarai sepeda motor. Pemuda tersebut mendorong anggota TNI AL Lettu Satrio Fitriandri dan berlanjut dengan baku hantam.

Berdasarkan informasi yang beredar, perkelahian diduga dipicu oleh pengemudi Mazda dengan pelat nomor B 1599 PVH yang membuang sampah sembarangan dan mengenai teman Lettu Satrio.

Lettu Satrio lantas menegur pengemudi  mobil tersebut dan memintanya berbicara di pinggir jalan. Tidak terima atas teguran itu, pengemudi mobil itu beradu mulut dan mendorong Satrio hingga terjadi baku pukul.

Dalam kasus itu, pengemudi mobil yang diketahui berinisial BP telah mengutarakan permohonan maaf kepada Lettu Satrio. Namun Lettu Satrio sudah membuat laporan ke Polsek Pulogadung dan sempat menjalani visum. (rmn/jpnn)

Berita Terkait

Megapolitan / Gereja Katedral Jakarta Dijaga Ketat

Nasional / TNI Tambah Personel di Nduga

Megapolitan / Jihandak Menutup Aksi Penanggulangan Teroris


Baca Juga !.