Selasa, 25 September 2018 04:27 WIB
pmk

Nasional

Bekraf Umumkan Kurator Venice Architecture Biennale 2018

Redaktur: Riznal Faisal

Proses penjurian Venice Architecture Biennale 2018. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID – Indonesia terus mematangkan persiapan keikutsertaan dalam Venice Architecture Biennale (VAB) 2018 yang akan berlangsung mulai 26 Mei hingga 25 November 2018 di Giardini dan Arsenale, Venesia.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Ikatan Arsitektur Indonesia telah menyelesaikan proses akhir dari kegiatan open call atau seleksi untuk mencari kurator yang memiliki ide atau konsep tema terbaik untuk dijadikan tema utama Paviliun Indonesia pada tahun 2018 di VAB.

Proses itu kini telah memasuki babak akhir penjurian 5 finalis. Kelima finalis yang masuk pada penjurian tahap ke-2 adalah nomor urut VAB 010, VAB, VAB 033, VAB dan VAB 051. Dari kelima finalis ini, dewan juri memutuskan peserta nomor urut  VAB 010 dengan tema Sunyata menjadi wakil Indonesia untuk merancang konsep Paviliun Indonesia di VAB 2018.

“Kurator terpilih beserta timnya akan menjadi penanggungjawab substansi pameran termasuk rancangan paviliun, buku/catalog pameran serta berbagai program acara Paviliun Indonesia," ungkap Wakil Kepala Bekraf sekaligus ketua Komisioner Venice Architecture Biennale 2018 Ricky Joseph Pesik di Jakarta, Senin (16/10). VAB tahun 2018 bertajuk “Free Space”.

Ricky menyebutkan, dalam penjurian ini para kandidat kurator Paviliun Indonesia telah memberikan usulan/proposal konsep pameran. Tidak saja menjawab tema besar pameran kali ini dengan menggali sebesar-besarnya kekayaan, perkembangan dan potensi arsitektur Indonesia yang ada saat ini, tetapi juga dapat menggugah, membangun diskursus bagaimana perkembangan arsitektur di Indonesia di masa mendatang seharusnya.

Dia berharap, format pameran Paviliun Indonesia tidak sekedar menampilkan materi secara menarik, namun juga menyajikan suatu format kontemporer terbaru.

"Seleksi ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap yang bertujuan mencari kandidat tim yang dapat memimpin proses kurasi/penyusunan materi pameran bagi Paviliun Indonesia. Tim ini harus terdiri dari Arsitek dan atau desainer/seniman yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, pengembangan, desain pameran secara orisinal dan profesional," ujar anggota Dewan Juri Seleksi Kurator Paviliun Indonesia ini. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN