Minggu, 25 Februari 2018 06:32 WIB
Citra indah

Garam Petani Harus Dapat Prioritas

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

CARI SOLUSI: Diskusi Kesejahteraan Petani Vs Garam Impor di Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: wahyu sakti awan/indopos

INDOPOS.CO.ID-Dirut PT Garam Budi Sasongko menyatakan, akan melindungi harga garam petani. Jika tetap ada impor, menurutnya, hal tersebut karena terpaksa untuk menjaga kebutuhan garam dalam negeri.

"Harga garam petani tidak akan anjlok," ujar Budi Sasongko di acara diskusi ’Kesejahteraan Petani Vs Garam Impor’ di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dia menyatakan, kebutuhan garam baik untuk konsumsi dan industri akan memprioritaskan garam lokal, yakni garam petani. "PT Garam akan menyerap seluruh garam petani dengan harga layak," ujar dia.

Pengamat dari Indonesia Budjet Control (IBC) Suhaimi menyatakan, pemerintah harus serius melindungi nasib petani garam. Impor garam yang dilakukan pemerintah, hendaknya tidak merusak harga pasar atau menjadikan pasar tak stabil. "Dahulukan garam lokal sebelum impor," ujar Suhaimi.

Suhaimi menyatakan, setiap tahun, petani garam selalu didera masalah harga garam yang fluktuatif. Produksi garam yang tak bisa memenuhi kuota selalu menjadi masalah tahunan. Ujungnya, pemerintah memutuskan untuk impor dan harga garam kemudian menjadi tidak stabil.

"Ini tugas bersama. Ke depan produksi garam harus ditingkatkan untuk meminimalisir kemungkinan impor garam," kata dia.(wsa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #garam #petani garam #Kementan 

Berita Terkait

IKLAN