Kamis, 13 Desember 2018 06:13 WIB

Nasional

Ditanya Presiden Negara Lain, Jokowi: Medsos di Indonesia Sangat Kejam

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

SAPA WARGA: Presiden RI Jokowi menghadiri rapat koordinasi Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia di Pondok Pesantren Darul Arqam, Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa siang (17/10). Foto: Yana Taryana / Rakyat Garut

INDOPOS.CO.ID– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak warga negara Indonesia untuk bijak dalam menggunakan dan menyerap informasi di media social (medsos). Sebab menurutnya, media sosial di Indonesia sangat kejam, banyak informasi bohong atau hoax bertebaran.

Presiden mengaku kerap menjadi korban hoax. ”Presiden negara lain sering tanya ke saya, bagaimana medsos di Indonesia. Saya jawab di Indonesia medsos kejam banget,” ujar Jokowi dalam sambutannya di rapat koordinasi Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia di Pondok Pesantren Darul Arqam, Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa siang (17/10).

Jokowi mencontohkan, jika terdapat foto dirinya yang bersebelahan dengan pimpinan Partai Komunis Indonesia DN Aidit yang tengah berpidato. Padahal pidato tersebut, terjadi tahun 1955. “Tahun 1965 saat PKI dibubarkan, saya masih balita. Masa balita PKI,” katanya seperti diberitakan  Radar Tasikmalaya (INDOPOS GROUP).

Jokowi berharap keberadaan pesantren bisa memberikan pemahaman kepada santri dan masyarakat tentang informasi hoax. Pembangunan berkarakter yang harus diberikan kepada masyarakat untuk mengatasinya. “Jika sudah ada pembangunan karakter tak akan mengubah budaya yang telah dimiliki bangsa,” ucapnya.

Menurut Jokowi, berbagai informasi hoax yang ada di medsos harus diwaspadai. Jika dibiarkan bisa mempengaruhi generasi penerus bangsa. ”Pola komunikasi sosial kita berubah. Adanya gawai mengubah pola interaksi sosial yang ada. Makanya harus ada pembangunan karakter,” katanya.

Bukan hanya masalah berita hoax, Jokowi juga mengingatkan kepada pimpinan-pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah akan besarnya Indonesia. “Mumpung bertemu dengan pimpinan pesantren Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, mohon diingatkan pada masyarakat, Indonesia adalah negara besar, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” katanya.(yna/JPG)

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #presiden-jokowi #hoax #medsos 

Berita Terkait

Veve Zulfikar Ingin Duet Salawat dengan Presiden Jokowi

Indotainment

Ibu-ibu Cantik Siap Tangkal Hoaks

Politik

Kaum Muda Diminta Tak Sebar Hoax

Nasional

IKLAN