Kamis, 20 September 2018 09:48 WIB
pmk

Nasional

Subsidi LPG 3 Kg Rawan Diselewengkan

Redaktur:

KAWAL SUBSIDI: Diskusi Mengawal Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran, di Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Kebijakan pemerintah memberikan subsidi terhadap produk Liqufied Petroleum Gas (LPG) kemasan 3 kilogram dinilai tidak efektif dan rawan penyelewangan. Itu karena fokus subsidi hanya pada barang. Sejatinya, subsidi itu diberikan langsung kepada orang.

Dosen Ekonomi Energi dan Sumber Daya Mineral Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya mengatakan penyaluran LPG kemasan 3 kg yang disubsidi pemerintah sangat rentan tidak tepat sasaran. Dengan demikian, realisasi janji-janji pemerintah mengenai subsidi tepat sasaran mengenai kartu subsidi perlu segera direalisasikan.

”Subsidi LPG 3 kg jangan sampai salah sasaran. Ini sangat rentan sekali buat bocor karena belum ada pengawasannya. Janji-janji kartu dari mulai LPG, BBM,  itu realisasinya sampai saat ini belum berjalan,” kata Berly saat  berbicara  pada diskusi “Mengawal Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran” di Jakarta, Rabu (18/10).

Dia khawatir jangan sampai LPG 3 kg ini bisa dinikmati oleh restoran-restoran yang menghabiskan ratusan tabung padahal mereka untungnya sudah banyak. Pagu subsidi LPG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017,  ditetapkan Rp 20 triliun dengan asumsi program subsidi langsung LPG dimulai secara bertahap pada 2017. 

Diperkirakan, bila penyaluran dibatasi secara penuh, subsidi LPG akan turun menjadi Rp 15 triliun. Turunnya angka subsidi karena berkurangnya jumlah rumah tangga penerima yang semula 54,9 juta rumah tangga menjadi  26 juta rumah tangga karena LPG 3 kg hanya dinikmati rumah tangga miskin dan 2,3 juta usaha mikro. Dalam APBN Perubahan 2016, kuota LPG 3 kg ditetapkan  6,25 juta ton dan pada 2017 ditetapkan 7,096 juta ton.

Dalam perjalanannya, konsumsi LPG 3 kg tidak tepat sasaran. Sesuai ketentuan, LPG 3 kg diperuntukan bagi masyarakat miskin dan usaha kecil dan mikro. Namun di  lapangan, LPG 3 kg digunakan  oleh rumah tangga menengah dan mapan, pertanian, peternakan, bahkan jasa laundry pakaian. ”Selama ini LPG 3kg dikonsumsi siapa saja karena tidak diatur dengan mekanisme distribusi tertutup sehingga konsumsi terus meningkat. Ini juga kan jadi cost bagi Pertamina,” ujar Berly.

Menurut Berly, subsidi LPG 3 kg akan efektif jika memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain  harus sampai pada penerima (targeted), menyentuh hal-hal yang produktif, dan tidak mengalami pertumbuhan yang besar setiap tahun. ”Jangan sampai juga habis waktu untuk urusan administrasi atau orang seperti raskin,” ujarnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gas-elpiji #ekonomi 

Berita Terkait

Arcandra: Naik karena Laju Ekonomi Kencang

Headline

Neraca Perdagangan Defisit

Headline

Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Lebak Meluas

Banten Raya

Putaran Uang di Bekasi Capai Rp 200 juta per hari

Megapolitan

IKLAN