Rabu, 26 September 2018 04:17 WIB
pmk

Kesehatan

Musim Hujan Tiba, Waspadai Nyamuk-Nyamuk Ini

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Musim penghujan telah tiba. Di saat seperti ini penyakit deman berdarah dengue (DBD) biasanya mulai banyak dikeluhkan. Pada musim hujan ini serangan demam berdarah akan semakin sering terjadi, sehingga dibutuhkan langkah untuk pencegahan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM Dr.dr. Leonard Nainggolan, SpPD mengatakan, musim hujan membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

''Meningkatnya curah hujan, banjir dan kelembaban menjadikan nyamuk dengan mudah berkembang dengan cepat karena telur mereka cepat menetas pada suhu panas,'' ujarnya dalam Media Briefing Nyamuk Bandel, Perkembangan, dan Wabah di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, penyakit yang disebabkan Aedes Aegypti ini bisa memproduksi nyamuk berukuran kecil, yang membutuhkan lebih banyak darah dan meningkatkan jumlah individu yang terinfeksi.

Selain itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi wabah penyakit ini, seperti urbanisasi yang tidak terencanakan dan perubahan lingkungan seperti perubahan iklim yang signifikan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap transmisi penyakit ini.

Menurutnya, siklus penyakit yang ditularkan nyamuk rumit karena terus berubah interaksi antara patogen, serangga, dan manusia. Perubahan iklim membuat interaksi ini kurang dapat diprediksi sehingga memperbesar risiko penyakit.

''Penggunaan alat berbahan yang tidak dapat terurai seperti plastik dan produknya, cangkir kertas, ban-ban, hingga increased air travel bisa menyebabkan kita terkena demam berdarah,'' tukasnya.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk memang bukan hal yang asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, disetiap keluarga minimal satu anggota keluarga terkena penyakit dari nyamuk ini.

Sebenarnya ada tiga penyakit utama yang ditularkan melalui nyamuk, yaitu malaria, demam berdarah, dan filariasis. Menurut DR. dr. Leonard, jenis nyamuk penyebab ketiga penyakit tadi adalah Aedes (terutama Aedes aegypti) yang juga menyebabkan yellow fever, zika, dan chikungunya, nyamuk Anopeles (penyebab malaria) dan nyamuk Culex (nyamuk rumah/kebon) yang dapat menularkan kaki gajah (filariasis) dan enchepalitis.

1. Nyamuk Culex

Nyamuk culex berkembang biak di saluran air, septic tank, parit, genangan hujan, dan tempat gelap seperti rumah. Penyakit yang perlu diwaspadai disebarkan oleh nyamuk culex adalah kaki gajah (elephantiasis). Nyamuk menyebarkan parasit filaria sebagai penyebab kaki gajah melalui gigitannya. Parasit menyebabkan penyumbatan pembuluh limfa di kaki atau lengan, menyebabkan bengkak sehingga disebut kaki gajah.

Kaki gajah bukan suatu penyakit mematikan, tetapi menimbulkan stigma buruk, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila sudah bengkak, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, hanya untuk memperkecil pembengkakan.

''Pencegah dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk Culex dengan memasang kelambu tempat tidur, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan aktif membersihkan sarang nyamuk (PSN),'' imbuhnya.

2. Nyamuk Anopheles

Nyamuk anopheles dapat menularkan parasit plasmodium penyebab penyakit malaria. Nyamuk yang menularkan adalah betina, ia menggigit karena memerlukan darah (protein) untuk mematangkan telur- telurnya. Nyamuk anopheles menyukai daerah yang memiliki kelembaban tinggi di atas 60 persen.

Nyamuk anopheles aktif memasuki rumah pukul 17.00-22.00 malam, dan sangat aktif sampai menjelang pagi dan tengah malam. Karena aktivitasnya malam, maka paling efektif mencegah gigitan nyamuk anopheles adalah memasang kelambu.

Malaria saat ini mulai menjadi endemis di daerah yang sebelumnya jarang atau tidak ditemukan kasus malaria. Perubahan lingkungan diduga menjadi pemicunya. Secara umum nyamuk Anopheles penyebab malaria banyak ditemukan terutama di area perkebunan dan persawahan atau daerah pinggiran dan jarang ditemukan di daerah urban.

3. Nyamuk Aedes aegypti

Berbeda dengan nyamuk Anopheles maupun Culex, nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah, sangat aktif di siang hari. Selain menyebarkan virus dengue penyebab demam berdarah, belakangan nyamuk Aedes juga menimbulkan wabah zika. Virus zika, meskipun tidak menyebabkan kematian, tetapi berbahaya jika menginfeksi perempuan hamil karena dapat menyebabkan cacat janin yaitu mikrosepalus (otak mengecil) menyebabkan perkembangan anak terhambat dan usia anak tidak panjang.

Aedes juga menyebakan penyakit chikukunya dengan gejala peradangan sendi yang dapat menjadi kronis, dengan gejala seperti lumpuh layuh. Ketiga penyakit, DB, chikungunya, dan zika, sudah terkonfirmasi pernah terjadi di Indonesia.

Nyamuk aedes aegypti, karena perubahan iklim, memiliki daya jelajah semakin meluas. Di wilayah yang tadinya nyamuk Aedes tidak dapat hidup, sekarang dapat hidup karena suhu menghangat. Misalnya Eropa, yang tadinya steril dari nyamuk Aedes, misalnya di Sisilia Italia mulai ditemukan kasus DB yang bukan “penyakit import”. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dbd #kesehatan 

Berita Terkait

Tren Diet Keto di Kalangan Millenial

Kesehatan

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

IKLAN