Rabu, 14 November 2018 07:57 WIB
pmk

Kesehatan

Deteksi Osteoporosis Cepat dan Akurat dengan BMD

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Teknologi kedokteran terus berkembang dan semakin canggih. Termasuk untuk mendetiksi penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang secara dini sekarang bisa dilakukan hanya sekejap. Yaitu, cukup dipindai dengan mesin Bone Mineral Density (BMD). 

”Osteoporosis adalah penyakit berbahaya tetapi gejala jarang dirasakan oleh penderitanya bahkan tanpa gejala. Seringkali ketika tiba-tiba babergerak timbul rasa nyeri,” ungkap Dr dr Franky Hartono, SpOT(K) selaku kepala divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma (HKGT) Orthopaedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat,(25/10). Menurutnya, untuk mencegah osteoporosis bisa dilakukan diagnosis dini osteoporosis menggunakan BMD  untuk menilai kepadatan tulang.

Hasil pindai BMD akan memberikan hasil angka kepadatan tulang dan visualisasi warna hijau, kuning, dan merah pada tulang. Warna hijau artinya kepadatan tulang normal, warna kuning adalah kepadatan rendah, dan merah adalah tingkatan osteoporosis. Setelah mengetahui diagnosis, maka dokter akan mengetahui tindakan selanjutnya. ”Apakah nanti diobati apakah cukup diberikan terapi,” ungkap Frangky yang menyebut di bulan ini ada Hari Osteoporosisi Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober.

Dikatakan, untuk menjaga kualitas tulang, seseorang sebaiknya selalu aktif bergerak seperti berjalan cepat selama 30 menit per hari. Tujuannya  agar merangsang proses regenerasi sel-sel tulang, menjaga asupan gizi seimbang, dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Terapi osteoporosis melalui penyesuaian gaya hidup, olahraga yang sesuai, pemberian obat-obat anti osteoporosis, dan menjalani tindakan invasif bila osteoporosis tersebut menyebabkan tulang patah.

”Berdasarkan data 1 dari 3 orang yang berusia lebih dari 65 tahun mengalami jatuh setiap tahunnya. Jatuh adalah penyebab utama cedera pada usia lanjut. Komplikasi jatuh pada usia lanjut yang paling sering terjadi adalah patah tulang. Patah tulang pada usia lanjut paling sering terjadi di panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan,” jelasnya.

Osteoporosis menjadi penyebab utama tulang menjadi mudah patah pada usia lanjut. Data penelitian osteoporosis menunjukkan bahwa 1 dari 5 pria dan 1 dari 3 wanita berusia 50 tahun ke atas mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Tulang mengalami 3 tahapan yaitu tahap pertumbuhan terjadi sampai usia 18 tahun pada laki-laki dan usia 16 tahun pada perempuan, tahap pemadatan terjadi sampai usia 30 tahun dimana pada usia ini tulang mencapai kekuatan dan kepadatan tertinggi, dan tahap penurunan setelah usia 40 tahun dimana terjadi penurunan kepadatan tulang secara progresif (osteoporosis). (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

Pasien Tinggal Datang, Tak Perlu Antre

Jakarta Raya

Lima Kelurahan Belum Miliki Puskesmas

Megapolitan

Nyeri Sendi Rutin, Waspada Sarkoma

Jakarta Raya

IKLAN