Rabu, 21 November 2018 01:11 WIB
pmk

Nusantara

Bidik Empat Juta Wisatawan, Penataan Destinasi Jadi Masalah Serius Pemprov NTB

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan kunjungan wisatawan tahun depan harus mencapai empat juta. Jumlah ini meningkat lima ratus ribu dari target 2017 dengan 3,5 juta wisatawan. Baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Target empat juta orang wisatawan bukan sesuatu yang mustahil. Sangat realistis. Sebab tren kunjungan wisatawan terus meningkat setiap tahun. Hanya, pemerintah tidak bisa menganggap target itu enteng. Jika terlalu santai, target itu bisa melenceng. Karenanya, Dinas Pariwisata masih harus membenahi banyak hal.

Dalam rapat koordinasi pariwisata antara pemerintah daerah dengan pelaku wisata, di Hotel Golden Palace, kemarin (25/10), ada empat poin yang harus dibenahi ke depan. Tata kelola destinasi wisata menjadi persoalan utama yang harus dibenahi. Dari sekian banyak kritikan ujung-ujungnya masalah destinasi. Mulai penataan ruang, pungutan liar, sampah, keamanan, hingga kenyamanan wisatawan. ”Penataan destinasi ini menjadi persoalan di semua kabupaten,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Fauzal, kemarin (25/10).

Dalam tata kelola destinasi, tidak hanya soal keamanan dan kenyamanan. Tetapi juga di dalam kelembagaan kelompok sadar wisata. Termasuk peran guide dan ketersediaan tranportasi. Dalam rapat koordinasi sebelumnya sudah dirumuskan, masing-masing pihak mengambil peran. Mulai pemerintah kabupaten/kota, pelaku wisata, dinas pariwisata, dan masyarakat. ”Tapi rumusannya tidak bisa selesai dalam satu kali pertemuan,” ujarnya.

Masalah lainnya adalah penyelenggaraan even. NTB banyak belajar dari Jember Fashion Carnaval. Terutama bagaimana mengemas sebuah even agar punya gaung. Saat ini NTB sudah memiliki empat even yang masuk dalam 100 even nasional. Bau Nyale, Festival Tambora, Festival Moyo, dan Bulan Pesona Lombok Sumbawa. Dengan segala kekurangannya, kini NTB memiliki tanggung jawab untuk mengelola lebih serius empat even tersebut.

Persoalan berikutnya strategi promosi. Telah dirumuskan lima titik fokus promosi pariwisata di luar negeri, yaitu Australia. Karena menjadi sumber wisatawan terbesar bagi Bali dan Lombok. Titik berikutnya adalah Middle East atau negara-negara Timur Tengah, dengan branding wisata halal dampaknya sangat bagus. Untuk wilayah Asia, NTB memilih Korea Selatan. Berikutnya pasar negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura.

Selanjutnya yang harus dibenahi adalah persoalan lahan. Semua kabupaten/kota diharapkan memastikan lokasi yang dibangun para investor bebas persoalan tanah. Masalah itu sudah disepakati bersama semua pemerintah daerah. ”Jangan sampai ada masalah-masalah lahan lagi,” harapnya.

Asisten II Setda NTB H Chairul Mahsul menambahkan, target empat juta wisatawan merupakan amanat RPJMD 2018. Ini menjadi target pemerintahan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Ia sangat optimistis target empat juta wisatawan akan tercapai. ”Target itu menurutnya tidak terlalu fantastis,” tegasnya.

Sebba, dalam beberapa tahun, pemerintah sudah menyiapkan beberapa landasan. Mulai penataan destinasi wisata, pembangunan infrastruktur dan strategi promosi pariwisata yang semakin baik. Di samping itu, tren kunjungan juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini realisasi wistawan sudah mencapai 3,2 juta lebih.”Dengan apa yang sudah kita bangun selama ini, saya optimistis bisa mencapai target,” ujar mantan kepala Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB itu. (ili/r7/jpg)

Titik Fokus Promosi Pariwisata NTB di Luar Negeri

Australia

Negara-negara Timur Tengah

 Korea Selatan

Malaysia

Singapura


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN