Lakukan Terobosan, Polda Jambi Menuju Tilang Elektronik

INDOPOS.CO.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi melakukan terobosan dalam pelayanan arus lalu lintas dengan memasang closed-circuit television (CCTV) di sejumlah persimpangan dan daerah rawan kemacetan. Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Didik Mulyanto, dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini CCTV dipasang hanya untuk memonitor arus lalu lintas dan membantu pelayanan pengendara. Nanti baru direncanakan ke electronic law enforcement (ELE) atau tilang secara elektronik.‘‘Nanti arahnya ke sana. Tilang secara elektronik,’‘ ujar Kombes Pol Didik Mulyanto.

Dia berharap hal ini cepat terlaksana. Tidak lama lagi juga akan mendapat peralatan dari Korlantas Mabes Polri untuk koneksi atau tersambung ke seluruh Samsat.‘‘Proses ini masih panjang. Karena akan duduk bersama dengan Pengadilan dan Kejaksaan,’‘ jelasnya.

Baca Juga :

Pemasangan CCTV saat ini dilakukan sendiri. Dia berharap hasil studi banding ke Makassar yang sudah menggunakan tilang hingga dijemput ke rumah bersama Pemkot Jambi, bisa direalisasikan. Untuk di Jambi sendiri, sambungnya, regulasi dari tilang elektronik ini masih dalam kajian. Salah satunya yang akan diterapkan, pengendara yang melanggar dan terekam CCTV akan diproses saat pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).‘‘Tapi peringatan bisa dikirim ke rumah sejak awal. Nanti pas pengesahan STNK, maka akan tercatat. Tapi intinya kita cari format yang terbaik,’‘ jelasnya.

Sejauh ini sudah 6 titik CCTV. 5 di antaranya di depan WTC Batanghari Jambi, depan Mall Trona, lampu merah simpang 4 Jelutung, Simpang Bata dan di perempatan Sijenjang. Kemudian 1 di simpang Marene merupakan partisipasi dari masyarakat yang operasionalnya diserahkan ke Ditlantas Polda Jambi.‘‘Setiap simpang ini ada 4 CCTV. Ini menggunakan jaringan Telkom, yang akan dipantau selama 24 jam dari Ditlantas Polda Jambi,’‘ jelasnya.

Baca Juga :

Pemasangan dilakukan di wilayah rawan macet dan rawan laka. Ke depannya juga akan dilakukan pemasangan di seluruh persimpangan dan lampu merah di Kota Jambi. Bahkan di perempatan yang rawan transaksi narkotika.

Terpisah, Pemerintah Kota Jambi juga akan menganggarkan untuk 13 titik CCTV pada 2018  mendatang. Nantinya, 13 titik CCTV itu akan disebar di sejumlah wilayah rawan dalam Kota Jambi, terutama gerbang masuk Kota Jambi.

Baca Juga :

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Shaleh Ridho mengatakan, untuk titik-titik yang akan dipasang CCTV, tetap akan dikoordinasi dengan Ditlantas Polda Jambi. Saat ini Pemerintah Kota Jambi tengah menyipakan jaringan kabel optic. ‘‘Ada 5 ruas jalan kecamatan yang saat ini dipasang kabel optic untuk penunjang CCTV nanti,’‘ katanya.

Nantinya sejumlah titik CCTV tersebut akan diintegrasikan, termasuk dengan area traffic control system (ATCS) bantuan dari pemerintah pusat. ATCS yakni pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya dari sebuah kota.‘‘Sekalian dikoneksikan. Nanti akan kita rapatkan lagi mengenai sistem yang bisa di integrasikan bersama Polda Jambi. Mereka dari sistem keamanannya,’‘ sebut Saldo–Sapaan Akrab Shaleh Ridho.

Sementra Nirwan, kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Jambi mengatakan, 13 titik CCTV akan dianggarkan di APBD 2018. Total anggarannya Rp 400 juta. Pemasangan CCTV nantinya akan dilengkapi dengan jaringan internet. Tiang akan buat setinggi 15 meter.

Titik yang akan dipasang kata Nirwan, di antaranya 5 titik di kawasan gerbang pintu masuk Kota Jambi, selain itu juga akan dipasang di kawasan perempatan Pasar, dan Telanaipura.‘‘Titiknya masih akan diakurasikan dengan Polda Jambi,’‘ katanya.

Ada dua tempat untuk lokasi pemantauan, yakni di Polda Jambi, Dishub Kota Jambi. Sementara di Dinas Kominfo Kota Jambi sebagai komando center. Saat ini sebut Nirwan, sudah ada 3 CCTV yang terpasang.‘‘Tiga titik sekarang ada di taman Jomblo. Untuk memantau petigaan tugu,’‘ sebutnya. (pds/hfz/jpg)

Komentar telah ditutup.