Rabu, 21 November 2018 09:27 WIB
pmk

Liga Champions

Man United vs Benfica, Ikrar Fokus Nemanja Matic

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Manchester United, Barcelona, dan Paris Saint-Germain (PSG). Ketiganya langganan lolos ke babak 16 Besar Liga Champions. Tapi, pernahkah ketiga klub tersebut bisa memastikan tiket kelolosannya dengan cuma membutuhkan empat pertandingan pertama pada fase grup? Itu yang bakal terjadi dini hari nanti WIB.                

Faktanya, lolos 16 besar dengan hanya bermodal 360 menit pertama bukan pencapaian biasa dalam perebutan Si Kuping Lebar – sebutan trofi Liga Champions. Di antara ketiga klub itu, hanya United yang mampu melakukannya dua kali dari delapan partisipasinya di satu decade terakhir. Yaitu pada edisi 2007-2008 dan 2012-2013.

Nah, capaian yang tak pernah lagi datang ke United sepeninggal Sir Alex Fereguson itu akan coba diulangi Antonio Valencia dkk. United menjamu Benfica dalam matchweek keempat Grup A Liga Champions di Old Trafford, Manchester (Siaran Langsung SCTV/ beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB).

''Kami harus secepatnya mengamankan kemenangan ini sekaligus menjaga kans finis sebagai pemuncak grup,'' sebut gelandang bertahan United Nemanja Matic, saat diwawancarai di MUTV. Selain pernah mengalahkan Benfica pada matchweek 3 (19/10), United sebelumnya mengalahkan Basel (13/9) dan CSKA (28/9).

Bukan hanya mengulangi tradisi lolos dengan empat kali menang beruntun di fase grup, United bisa kembali mencapai fase knockout lagi. Setelah mampu mencapai fase knockout pertama pasca-era Ferguson berakhir dan berganti ke era David Moyes pada 2013-2014, The Red Devils tak pernah lagi merasakannya.

Sebelum absen musim lalu, United terseok-seok di fase grup pada edisi 2015-2016. Dan ini bisa jadi capaian terbaik United setelah era Fergie berlalu. ''Asal, fokus kami tetap 100 persen, karena ini laga yang terpenting bagi perjalanan kami,'' lanjut mantan pemain Benfica itu.

Maklum, United pernah gagal mencatat empat kemenangan beruntun dalam empat laga pertama fase grup pada musim 2009-2010. Yang menarik, tempatnya malahan di Old Trafford. United yang masih diperkuat Edwin van der Sar ditahan CSKA 3-3 meski pada matchweek 3 mampu mengalahkannya 1-0 di Moskow.

United masih beruntung masih bisa punya tradisi empat kemenangan beruntun tersebut. La Blaugrana, julukan Barca, malah belum pernah sekalipun mencatatkannya sejak fase grup hanya berjalan satu putaran musim 2004-2005. Namun, dalam kurun waktu itu,  mereka bisa empat kali mengangkat Si Kuping Lebar.

Barca bakal menguji peruntungannya dengan bertandang ke Karaiskakis menantang tuan rumah Olympiakos Piraeus. Di Camp Nou, Barcelona, dua pekan lalu WIB,  Barca mempermak Thrylos, julukan Olympiakos, dengan skor 3-1. Apabila United hanya sial dengan imbang pada matchweek keempat, tidak demikian dengan Barcelona.

Lionel Messi dkk musim lalu bahkan ternoda di laga keempat setelah dipecundangi Manchester City 1-3 di Etihad. ''Saya akan menunggu apa yang dia (Messi) dapat lakukan di sini. Yunani beda dengan Camp Nou. Kami akan coba menghentikannya,'' klaim bek sekaligus kapten Olympiakos, Alberto Botia, dilansir Goal. Botia alumnus La Masia, dan Botia paham benar siapa La Pulga, julukan Messi.

Begitu menghentikan Messi, maka ada peluang menganggu tim asuhan Ernesto Valverde itu mencatat empat kemenangan beruntun. Tiga dari tujuh gol dari Barca dicetak Messi. Sementara, Neymar sebagai mantan pemain Barca pun bakal jadi kekuatan PSG untuk mencatat streak empat kemenangan. Capaian yang belum pernah bisa dia lakukan semasa di Barca. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-champions 

Berita Terkait

Jamu Valencia, MU Bertekad Redam Tekanan Old Trafford

Liga Champions

Hoffenheim vs Man City, Saatnya Show Leroy Sane

Liga Champions

Morata Bisa Ikuti Idolanya

Liga Champions

Penggoda Hati Sarri

Liga Champions

Jamu Roma, Madrid Tunggu Teka-teki Lopetegui

Liga Champions

IKLAN