Sabtu, 17 November 2018 04:05 WIB
pmk

Jakarta Raya

Kantor Grab Digeruduk Puluhan Massa

Redaktur: Achmad Sukarno

Foto: Purwoko/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Puluhan massa menggeruduk Kantor pusat Grab di gedung Maspion Plaza, Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta. Mereka menuntut manajemen Grab memperhatikan kesejahteraan para pengemudi (driver) Grab, yang selama ini hak-haknya kurang mendapat perhatian.

"Para pengemudi Grab telah mengalami eksploitasi, karena diperlakukan seperti buruh informal dengan perlindungan resiko tenaga kerja yang sangat minim, bahkan dapat dibilang tidak ada perlindungan sama sekali," ujar Dondi, koordinator aksi di temui di lokasi unjuk rasa, Rabu (1/11).

Dondi mengatakan, sistem yang dibangun perusahaan berbasis aplikasi online tersebut, telah menciptakan ketimpangan, karena sebagai mitra para pengemudi Grab mendapat penghasilan sangat minim. Sedangkan perusahaan mendapat keuntungan melimpah ruah. Terkait keselamatan pengemudi juga tidak diperhatikan, karena segala resiko pekerjaan dan biaya pekerjaan dibebankan kepada pengemudi.

"Sebagai contoh, jika terjadi kecelakaan, kerusakan, tindak pidana seperti pembegalan, perampokan serta perselisihan dengan perusahaan, pihak perusahaan selalu tutup mata. Namun perusahaan selalu menuntut agar pengemudi menghasilkan keuntungan untuk perusahaan," katanya.

Orator aksi, Carlos Wawo, yang juga pengemudi online meminta perusahaan Grab mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. Selanjutnya Grab juga didesak memberikan hak yang layak kepada pengemudi online.

"Seandainya tuntutan ini tidak segera dipenuhi dan perusahaan tetap melanggar hukum di Indonesia maka Grab sebagai PMA harus segera hengkang dari Indonesia. Kami juga akan terus melakukan perlawanan sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia," tandasnya.

Dari pantauan di lapangan, peserta aksi terdiri dari mahasiswa dan juga para pengemudi ojek online. Pihak kepolisian nampak mengawal jalannya aksi, yang berjalan tertib tetsebut. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demo 

Berita Terkait

Dihukum Kepsek, Siswa SMP Ancam Demo

Megapolitan

Uang Lembur Tak Dibayar, Karyawan PT Lung Ceong Mogok

Megapolitan

Dukung Permenhub 108, Pemerintah Jangan Goyah

Nasional

Ke Lebak, Jokowi Disambut Aksi Demo

Megapolitan

IKLAN