Nasional

Dua Penyidik KPK Dikembalikan Ke Polri

Diduga karena Pengrusakan Barang Bukti

Redaktur:
Dua Penyidik KPK Dikembalikan Ke Polri - Nasional

INDOPOS.CO.ID - Ada kabar tak elok dari Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut dikabarkan mengembalikan dua penyidiknya kepada Polri, karena diduga melakukan pengrusakan terhadap sejumlah barang bukti perkara suap pengusaha Basuki Hariman kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar, untuk memenangkan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Kesehatan Hewan .

Kedua penyidik tersebut, yakni Ajun Komisaris Besar RR dan Komisaris Hr, yang sudah menjadi penyidik KPK selama 9 tahun. Mereka ditengarai menghapus dan menyobek beberapa lembar catatan keuangan perusahaan milik Basuki. PT Impexindo Pratama dan PT Aman Abadi Nusantara Makmur.

Pengembalian dua  penyidik itu ke Polri tertuang dalam Keputusan Pimpinan KPK nomor 1252 tahun 2017. Namun KPK maupun Polri hingga kemarin belum berkenan buka suara. Juru Bicara KPK,  Febri Diansyah memang membenarkan  kedua penyidik itu dikembalikan ke instansi asalnya. Namun, pengembalian tersebut menurut Febri karena masa tugas yang telah habis.

"Habis masa tugas sebagai pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK per Oktober. Mohon maaf  untuk sementara saya hanya bisa menjawab itu," kata Febri kepada INDOPOS, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/10).

Terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan, dua penyidik yang dikembalikan ke Mabes Polri itu, sudah diperiksa secara internal. Pemeriksaan terkait dengan adanya isu perusakan barang bukti.

"Kalau itu sedang dalam proses, kemudian ada permintaan dari sana (Polri). Jadi ada pemeriksaan di PI (pemeriksaan internal di KPK). Kemudian pada waktu teman-teman diperiksa, ada permintaan mereka dikembalikan. Kalau Anda lihat hasilnya, paling berat juga dikembalikan," kata Agus di gedung lama KPK, kemarin.

Agus tidak menjelaskan secara detail mengenai ada-tidaknya unsur pidana yang dilakukan oleh dua penyidik tersebut. Dia hanya menyebut dalam surat pengembalian ke instansi asal itu tertulis juga peristiwa yang terjadi soal dua penyidik tersebut.

"Sanksi yang paling berat kan dikembalikan. Apa kita bisa mecat polisi? Lho, iya kan! Suratnya waktu pengembalian, kita sebutkan," sambungnya.

Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, hingga saat ini polisi belum menerima keterangan resmi dari KPK.

“Informasi yang ditulis di media itu, pengembalian penyidik karena masa tugasnya telah berakhir. Kemudian berkembang informasi ada perusakan, penghilangan barang bukti yang belum terkonfirmasi,” kata Martinus, usai jumpa pers soal tewasnya terduga teroris Bima di Mabes Polri, Selasa (31/10).

Artinya, lanjut dia, belum ada pernyataan resmi dari KPK tentang hal tersebut. Namun ia juga tidak akan tinggal diam. Dengan informasi yang kian ramai itu pihaknya akan melakukan cross check untuk mendalami informasi yang menyebutkan adanya tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh RR dan Hr ketika bertugas di KPK.

“Karena kedua perwira tersebut ada di KPK. Maka, KPK lah yang berkepentingan untuk menjelaskan apakah memang benar informasinya seperti  yang beredar itu atau tidak,” tegasnya (nug/sla)

 

 

TAGS

kpk

Berita Terkait


Baca Juga !.