Minggu, 23 September 2018 10:03 WIB
pmk

Nasional

Kominfo: Registrasi Tembus 40 Juta Simcard

Redaktur:

KAMPANYE: Menkominfo Rudiantara bersama penggiat Siber mengkampanyekan penggunaan Gadget dan Medsos yang baik dan benar pada acara ‘Siberkreasi’ Netizen Fair 2017, di Jakarta, Minggu (5/11). Kegiatan tersebut mensosialisasikan cara registrasi kartu ponsel yang benar untuk menghindari hoax dan kejahatan cyber.

INDOPOS.CO.ID - Antusiasme warga untuk melakukan registrasi simcard terus meningkat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan, setelah pekan lalu jumlah simcard yang teregistrasi menembus angka 30 juta simcard, per kemarin, jumlahnya juga meningkat tajam.

”Sekarang sudah lebih dari 40 juta simcard yang terdaftar dari perkiraan ada lebih dari 300 juta simcard yang beredar. Pelanggannya mencapai 157 juta,” kata Rudiantara di sela event Siberkreasi di kawasan Car Free Day Dukuh Atas kemarin (5/11).

Dengan tingginya peningkatan jumlah simcard teregistrasi itu, Rudiantara optimis pada deadline 28 Februari nanti, seluruh simcard yang ada bisa teregistrasi. ”Registrasinya saja enggak sampai satu menit. Enggak bayar juga. Ini untuk mengurangi anonimitas dunia seluler. Untuk kenyamanan pelanggan,” terangnya.

Rudiantara menambahkan, registrasi simcard ini merupakan program verifikasi terbesar yang menggunakan data base Dukcapil. Saat ini, BPJS menjadi program verifikasi terbesar dengan jumlah registrasi mencapai 180 juta. ”Registrasi simcard ini jumlahnya hampir dua kali lipatnya. Besar,” ucap dia.

Rudiantara mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyukseskan program registrasi simcard tersebut. Salah satunya dengan menggelar kegiatan di CFD. Kemarin, bersama Siberkreasi, Kominfo mengajak anak-anak muda untuk lebih aware dengan program registrasi simcard. ”Anak muda, kaum milenial memang jadi sasaran kita. Anak muda ini kan pengguna media sosial terbanyak. Jadi perlu pendekatan juga ke anak-anak muda ini,” ucap dia.

Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrullah menyayangkan banyaknya scan Kartu keluarga yang bertebaran di dunia maya. Padahal, sejak awal, pihaknya sudah meminta masyarakat untuk tidak mempublikasi nomor NIK maupun nama ibu.

Menurutnya, data pribadi seharunya menjadi bagian dari privasi dan tidak disebarluaskan. Sebab, bukan tidak mungkin, ada orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan untuk kejahatan. ”Seharusnya masyarakat tidak mengunggah dokumen kependudukan miliknya. Karena hal tersebut bisa merugikan dirinya sendiri,” ujarnya, kemarin (5/11).

Dalam konteks registrasi ulang Sim Card, bisa saja data tersebut digunakan orang lain untuk mendaftar. Pasalnya, prinsip registrasi tersebut hanya mencocokkan NIK dengan KK tanpa melihat siapa yang melakukan registrasi.

Jika ada yang sudah terlanjur pernah menginput nomor NIK maupun Nomor KK ke dunia maya, Zudan meminta tidak terlalu panik. Sebagai solusinya, dia mengimbau untuk membuat ulang kartu keluarga. ”Ganti saja, pasti ganti nomor KK nya. Dan disimpan baik-baik” imbuhnya.

Pria kelahiran Sleman itu juga mengingatkan siapapun untuk tidak memanfaatkan data orang lain yang tersebar di dunia maya. Sebab, sanksi hukum yang bisa dikenakan tidaklah ringan. ”Ada sanksi pidana sampai 10 tahun, dan denda Rp 1 miliar bagi yang menyalahgunakan dokumen kependudukan milik orang lain,” terangnya. (and/far/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN