Selasa, 20 November 2018 01:09 WIB
pmk

Banten Raya

Cemari Lingkungan, Warga Demo PT Aplus

Redaktur:

AKSI MASSA : Warga Desa Citeras yang menggelar demo di gerbang PT Aplus, kemarin (6/11).

INDOPOS.CO.ID - Puluhan warga Kampung Cikumpul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak melakukan aksi unjukrasa di depan pabrik PT Aplus di Jalan raya Rangkasbitung-Citeras, kemarin (6/11). Dalam aksinya, warga meminta pertanggung jawaban perusahaan yang memproduksi gypsum dan semen putih tersebut.

Pasalnya, debu pabrik itu diduga telah mencemarkan lingkungan warga, membuat air sumur menghitam dan mengancam kesehatan warga. Kholiah, 35, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan debu hitam yang dikeluarkan perusahaan PT Aplus bukan saja telah membuat rumah dan lingkungan warga menghitam tertutup oleh debu dari perusahaan, namun juga banyak warga yang terjangkit penyakit gatal dan sesak napas.

”Kondisi ini sudah berlangsung setahun lebih yang membuat kami sangat menderita, dan sama sekali keluhan kami tidak pernah digubris pemilik pabrik, sehingga kami terpaksa demo,” terangnya kepada INDOPOS, Senin (16/11). Menurutnya juga, yang sangat menghawatirkan dirinya saat ini dampak debu hitam itu menganggu kesehatan keluarganya dan seluruh warga.

Saat ini, ujarnya juga, sebagian warga Kampung Cikumpul telah terserang penyakit kulit dan pernapasan.

”Kami menghawatirkan nasib anak dan cucu kami, karena akibat dari debu dari bahan kimia ini akan berdampak jangka panjang, bahkan ada yang terasa saat ini seperti gatal-gatal,” paparnya juga.

Sementara Mulyadi, koordinator dan penanggungjawab PT Aplus menegaskan pihaknya akan bertanggungjawab atas pencemaran debu akibat dari salah satu mesin blower yang rusak. Sehingga untuk sementara mesin tersebut akan dihentikan sampai nanti selesai diperbaiki.

”Hasil kesepakatan dengan warga kita akan bertanggungjawabkan akibat dari debu tersebut, dan perjanjian itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani kedua belah bihak di atas materai,” terannya seraya menambahkan debu yang diakibatkan dari produksi adalah hal yang biasa di semua perusahaan

Terpisah, Kasi Penegakan Hukum dan Pengawasan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Johan Rifai mengatakan akan melakukan tindakan tegas jika dalam penelitian nanti ditemukan pelanggaran dalam aktivitas usaha PT Aplus. ”Kita akan melihat dulu sejauh mana pelanggaran yang dilakukan PT Aplus, dan tim pengawasan nanti akan turun ke lapangan,” ucapnya.(yas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi #limbah 

Berita Terkait

Sering Tercemar, Air Kali Bekasi Berbahaya

Megapolitan

Guru Honorer Mogok Mengajar

Megapolitan

Ribuan Pegawai Honorer Tuntut Keadilan

Jakarta Raya

IKLAN