Jakarta Raya

Dewan Desak Dishub Batalkan Proyek Parkir Elektronik

Redaktur: Novita Amelilawaty
Dewan Desak Dishub Batalkan Proyek Parkir Elektronik - Jakarta Raya

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kalangan DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) membatalkan proyek terminal parkir elektronik (TPE) atau parkir meter di Ibu Kota. Penyebabnya, proyek tersebut diduga ‘bocor’ sehingga berpotensi merugikan pendapatan daerah.

"Kalau ada kebocoran dishub harus membatalkan kerjasama parkir meter dengan operator," ujar Mohamad Ongen Sangaji selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/11).

Ongen mengungkapkan, sistem parkir meter yang terindikasi merugikan Pemprov DKI Jakarta terdapat di tiga lokasi, yakni di Jalan Boulevard, Jakarta Utara, Jalan Falatehan, Jakarta Selatan dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Diketahui, sejak kali pertama diluncurkan era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pengelolaan parkir meter dipercayakan kepada salah satu perusahaan swasta, selaku pihak kedua.

Namun dalam pelaksanaannya, pihak swasta itu masih mengelola parkir secara konvensional, sehingga pendapatan parkir yang disetorkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perparkiran DKI Jakarta rawan dimanipulasi operator.

"Kami akan melakukan kajian dengan mengumpulkan bukti-bukti akurat agar pendapatan pengelolaan parkir bisa maksimal," ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta tersebut. (wok)

Berita Terkait

Jakarta Raya / Dewan Minta Persoalan Parkir Segera Beres

Jakarta Raya / Parkir Liar Marak, Mengalir ke Mana?

Jakarta Raya / Berantas Parkir Liar dengan Aplikasi

Jakarta Raya / Pengawasan Lemah, Praktek Kotor Marak di Kantong Parkir

Jakarta Raya / Parkir Liar Masih Marak, Pol PP: Wasdal di Pemkot

Jakarta Raya / Liburan Natal, Pengunjung Monas Parkir Mobil di Jalur Busway


Baca Juga !.