Rabu, 19 September 2018 02:46 WIB
pmk

Jakarta Raya

Dewan Desak Dishub Batalkan Proyek Parkir Elektronik

Redaktur: Novita Amelilawaty

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kalangan DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) membatalkan proyek terminal parkir elektronik (TPE) atau parkir meter di Ibu Kota. Penyebabnya, proyek tersebut diduga ‘bocor’ sehingga berpotensi merugikan pendapatan daerah.

"Kalau ada kebocoran dishub harus membatalkan kerjasama parkir meter dengan operator," ujar Mohamad Ongen Sangaji selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/11).

Ongen mengungkapkan, sistem parkir meter yang terindikasi merugikan Pemprov DKI Jakarta terdapat di tiga lokasi, yakni di Jalan Boulevard, Jakarta Utara, Jalan Falatehan, Jakarta Selatan dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Diketahui, sejak kali pertama diluncurkan era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pengelolaan parkir meter dipercayakan kepada salah satu perusahaan swasta, selaku pihak kedua.

Namun dalam pelaksanaannya, pihak swasta itu masih mengelola parkir secara konvensional, sehingga pendapatan parkir yang disetorkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perparkiran DKI Jakarta rawan dimanipulasi operator.

"Kami akan melakukan kajian dengan mengumpulkan bukti-bukti akurat agar pendapatan pengelolaan parkir bisa maksimal," ujar Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta tersebut. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #parkir-liar 

Berita Terkait

Berantas Parkir Liar dengan Aplikasi

Jakarta Raya

Parkir Liar Masih Marak, Pol PP: Wasdal di Pemkot

Jakarta Raya

IKLAN