Kamis, 22 November 2018 03:33 WIB
pmk

Nusantara

Peringati 350 Tahun Perjanjian Breda Tumbuhkan Pariwisata Banda

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Asisten deputi IV Kemenko maritim Kosmas Harefa menjelaskan seminar peringatan 350 tahun Breda. Foto: nelly situmorang/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Banda Naira menyimpan segudang sejarah yang perlu diketahui generasi bangsa. Salah satunya peringatan perjanjian Breda yang sudah berusia 350 tahun.

Perjanjian Breda adalah Belanda menukar Manhattan dengan Pulau Run demi rempah-rempah ke Ingris. Deputi Bidang kordinasi SDM, Iptek, dan budaya maritim Kemenko Kemaritiman memperingati dengan menggelar seminar. Acara tersebut melibatkan semua lapisan masyarakat dari usia muda sampai lansia. Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk pesta rakyat selama sebulan 11 Oktober - 11 November. 

"Tujuan Kemenko Maritim dalam memperingati perjanjian Breda mengingatkan ke masyarakat lebih luas akan adanya sejarah tersebut.  Selain itu momentum ini juga bisa jadi magnet pengembangan kawasan Banda. Dalam Rangka pengembangan kepariwisataan secara nasional memberikan informasi kepada dunia kejayaan masa lalu," ujar Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olah Raga Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa, Senin (14/11).

Dia mengatakan Indonesia belum mengangkat manfaatkan sejarah ini ke dunia luas. Bahkan sejarah tersebut seperti hanya bagian kedua negara yang melakukan perjanjian. Sementara Indonesia terkesan hanya sebagai penonton saja. Padahal, jika dikemas dengan baik, Keuntungan yang didapat Indonesia dari sejarah tersebut akan luar biasa.

Didukung lagi dengan keindahan alam Banda yang menyimpan semua kebutuhan wisatawan. Mulai dari spot diving, snorkeling, dan pemandangan di bukit bukit yang mengelilingi pulau Run dan Banda, dan benteng benteng yang menjadi saksi bisu Kalau Pada masa nya Banda diperebutkan sedikit nya Lima negara Karena kekayaan alamnya.

"Kita bisa memanfaatkan dengan mengeloh  untuk menumbuhkan ekonomi kawasan. Hal ini juga membuka  mata masyarakat dan kepala daerah untuk mengembangkan potensi apa yang prioritas dikembangkan di Banda," ujar Kosmas Harefa.

Kosmas juga melihat begitu banyak potensi ada di Banda yang belum dimanfaatkan dengan baik.  Saking banyaknya, kekayaan tersebut seperti terlihat mubajir. Seperti potensi wisata sejarah Banda Naera yang menyimpan sejarah yang melibatkan Inggris - Belanda yang dikenal dengan per janjian Breda. Potensi bawah laut yang begitu original. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN