Rabu, 19 September 2018 12:23 WIB
pmk

Politik

Surya Paloh: NasDem Benteng Jokowi

Redaktur:

BERI DUKUNGAN: Ketua Umum Surya Paloh memberikan piagam sebagai bentuk dukungan kepada Presiden Jokowi saat pembukaan Rakernas IV Partai Nasdem di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/11) malam.

INDOPOS.CO.ID - Dalam pidato politiknya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan bahwa Rakernas IV Partai NasDem ini menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi akbar sebagai persiapan NasDem dalam menghadapi Pemilu Serentak, Pileg dan Pilpres 2019. Dirinya ingin memastikan kesiapan setiap struktur partai mulai dari DPP hingga pengurus ranting, serta seluruh sayap partai untuk bekerja memenangkan Pemilu serentak 2019.

Bersamaan dengan itu, Partai NasDem juga mendeklarasikan secara resmi pencalonan Presiden Joko Widodo untuk maju kembali dalam Pilpres 2019 mendatang. ”Saya nyatakan dengan ini Partai NasDem dengan resmi mencalonkan kembali Presiden Jokowi sebagai calon presiden Partai NasDem pada pemilu presiden 2019,” tegas Surya.

Menurutnya, sebagai partai pendukung pemerintah, pihak turut bertanggungjawab atas segala kebijakan yang ada. NasDem akan menjadi mitra kritis pemerintah untuk dapat menciptakan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ”Saya menyatakan NasDem akan bertanggung jawab secara total maju-mundurnya kepemimpinan Presiden Jokowi,” katanya.

Dikatakan, dirinya telah berkecimpung dan berjuang dalam dunia politik sejak zaman orde lama, orde baru, sampai dengan masa reformasi. Dimana, sambung dia, pasca reformasi 1998 masyarakat Indonesia merindukan pemimpin yang otentik, yang menjadi antitesa dari politik pencitraan yang over dosis, yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak di atas hasrat pribadi dan kelompok.

”Kerinduan tersebut terjawab ketika Indonesia dipimpin oleh presiden Jokowi. Seorang putera terbaik bangsa yang berdiri apa adanya, yang satu kata dan perbuatannya. Presiden yang tidak ada mengeluh dan tidak gampang capek apalagi menyerah untuk kemajuan bangsa dan negara yang dipimpinnya,” tegasnya.

Surya berpendapat, selama kurun waktu tiga tahun kepemimpinan Jokowi, sudah banyak wujud nyata dalam pembangunan. ”Di bawah komando beliau kita melihat mimpi-mimpi besar Bung Karno terealisasi, untuk membangun jalan tol dan jalan raya yang membuka setiap akses dari kota dan desa. Di tangan presiden Jokowi, pembangunan nasional yang diletakkan Pak Harto menjadi kembali hidup dan bergairah dimana waduk, bendungan dan irigasi, terus dibangun sebagai komitmen membangun swasembada pangan dan ekonomi yang berdikari,” tuturnya.

Tidak hanya pembangunan fisik, pembangunan dari sisi kemanusiaan juga telah terwujud. ”Dan yang paling luar biasa adalah dimana anak-anak Indonesia sekarang hidup penuh harapan, canda dan gelak tawa dengan sang presidennya, ketika pak Jokowi datang ke setiap pelosok negeri membagi-bagikan kabar kegembiraan, optimisme, kerja nyata serta yang terkhusus adalah bagi-bagi buku dan sepedanya,” kata Surya.

Terkait dengan keberadaan Partai NasDem, ditegaskan bahwa partai tersebut sebagai wadah perjuangan, sebagai rumah besar pergerakan bagi kaum progresif yang berpikiran maju dan bertindak maju untuk bangsa dan negara. ”NasDem menginginkan Indonesia sebagai Negara Besar yang menjadi episentrum dari kemajuan peradaban bangsa-bangsa di muka bumi ini. Untuk itulah kita bersepakat dengan gerakan perubahan restorasi Indonesia,” katanya.

Diakui, selama enam tahun berdirinya NasDem, masih banyak mimpi dan cita-cita yang belum terwujud. ”Saya katakan secara jujur, masih jauh dari apa yang kita inginkan dan apalagi dari cita-cita para proklamator bangsa. Tapi perlu dicatat dengan jelas dan tegas bahwa ada kemenangan kecil di sana, ada tonggak sejarah yang sudah kita tancapkan, yaitu sebagai partai baru kita sudah memiliki modal 7 persen hasil pemilu 2014,” katanya.

Surya menegaskan, dalam pertarungan Pilkada serentak 2018 mendatang, diharapkan dapat mempertahankan kemenangan yang sudah pernah diraih. Diharapkan, akan lahir para pemimpin daerah yang benar-benar komitmen untuk melakukan perubahan dan pembangunan. ”Kita tidak pernah meminta mahar pada mereka, kita tidak memperjualbelikan tiket partai, yang kita mau dan yang kita harapkan dari mereka adalah perubahan untuk membuat taraf hidup rakyat menjadi sejahtera dan berkualitas,” terangnya.

Dia juga berharap agar Pilkada 2018 serta Pileg dan Pilpres 2019 terbebas dari propaganda hitam. ”Pilkada bukan sabung ayam atau adu kuda pacuan, terlalu gegabah bila kita mengadu kesukuan, agama dan keyakinan demi sebuah jabatan. Jangan pernah cairkan apa yang sudah disolidkan oleh para pendiri bangsa ini, jangan pula kalian ceraikan apa yang sudah dipersatukan dalam bingkai Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu dalam amanatnya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga ketenangan pada tahun politik 2018/2019. Dimana pada tahun tersebut akan digelar Pilkada serentak 2018, serta Pileg dan Pilpres 2019. Hal tersebut dikatakan Jokowi pada saat membuka acara HUT ke-6 dan Rakernas IV Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran. ”Sebentar lagi akan ada Pilkada di tahun depan, ada Pilpres dan Pileg (2019), saya ingin suasana tetap tenang. Masyarakat tidak boleh terganggu oleh pesta demokrasi. Ekonomi juga tidak boleh terganggu karena ada Pilkada dan Pilpres/Pileg,” ujar Jokowi.

Presiden juga mengapresiasi keberadaan Partai NasDem yang terus memperjuangkan semangat restorasi perubahan. Salah satu hal yang disukai oleh Jokowi adalah Partai NasDem selalu bergerak cepat dalam menentukan calon  kepala daerah untuk maju dalam kontestasi Pilkada. ”Partai pimpinan Bang Surya ini jalannya cepat sekali. Belum apa-apa sudah pilih calon gubernur, calon bupati, calon walikota. Cepat sekali,” imbuhnya.

Menurutnya, kecepatan bertindak dan memgambil keputusan pada saat sekarang ini memang perlu dilakukan. Apalagi seiring dengan perubahan yang juga cepat terjadi. ”Semuanya direspon dalam kecepatan bertindak dan memutuskan. Dan di lapangan juga sangat cepat,” imbuhnya.

Namun demikian, Jokowi juga berharap kepada semua parpol untuk ikut merespon semua keinginan dan harapan masyarakat. ”Saya tahu visi misi NasDem adalah melihat ke depan, dan ini sejalan dengan misi yang saya emban saat ini. Melakukan perubahan untuk memajukan negara,” tandasnya. Dalam upaya untuk mewujudkan kemajuan negara, yang ingin digenjot adalah etos kerja, produktifitas, dan kedisplinan nasional. ”Ini yang harus dibangun untuk menjadi negara maju,” tegas Jokowi. (atr)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-nasdem 

Berita Terkait

IKLAN