Politik

Golkar Enggan Tanggapi Penahanan Setnov

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Golkar Enggan Tanggapi Penahanan Setnov - Politik

Setya Novanto. Foto. dok.

INDOPOS.CO.ID - Sekretaris Dewan Pakar Partai Golkar Firman Soebagyo enggan menanggapi rencana penahan Ketua Umumnya Setya Novanto (Setnov) oleh penyidik KPK.

Menurut Ketua Baleg ini, Golkar tidak akan mencampuri urusan rencana penahanan tersebut lantaran itu merupakan kewenangan dari kuasa hukum Setnov, dalam hal ini Fredrich Yunadi dan dua pengacara lain.

"Itu (rencana penahanan) kewenangan dari pengacara. Kita nggak mau ikut campur masalah itu karena itu kewenangan dari lawyer. Mereka yang tahu tentang masalah aturan hukumnya," ujar Firman saat dihubungi INDOPOS di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Golkar juga mempertanyakan status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang telah dikeluarkan KPK. Kata Firman, status DPO itu tidak ada. "Bukan DPO donk, orangnya udah ketemu kok DPO, ya nggak ada itu," tandasnya.

Politisi dari Dapil Jawa Tengah ini menerangkan, DPO itu hal yang aneh karena Setnov sendiri pada Kamis pukul 20.00 wib kemarin akan menyerahkan diri ke KPK. Namun dalam perjalanannya terkena musibah kecelakaan dan telah dilakukan penyidikan oleh kepolisian.

"Sekarang kan sudah di lakukan penyidikan Polri dan Polri sudah bikin penyertaan bahwa kecelakaan itu murni tidak ada unsur rekayasa," terangnya.

Dia meminta kepada semua pihak untuk mengikuti hasil penyidikan Polri tersebut dan tidak membuat spekulasi apapun. "Sekarang kalo udah pada posisi ini kan tinggal tunggu aja," tegasnya.

Sedangkan mengenai perkembangan kasus Setnov yang telah kembali mendaftar Praperadilan, Golkar menegaskan akan tetap memberikan tambahan bantuan hukum kendati Setnov telah memiliki tim pengacara sendiri.

"Memberikan bantuan (hukum) dong. Orang anggota biasa aja kita bantu apalagi Ketum Golkar," tutupnya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.