Meme Setnov dan Hukuman Sosial Publik

INDOPOS.CO.ID – Usai tragedi kecelakaan yang dialami tersangka kasus mega korupsi e-KTP Setya Novanto, publik terutama netizen langsung heboh. Dunia maya ramie dengan berbagai macam meme lucu tentang Novanto, tiang listrik, dan mobil Fortuner. Tak sedikit warganet yang menunjukkan kreativitasnya.

Mereka membuat kata-kata unik, lagu, hingga video dengan maksud menyindir kejadian yang dialami Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Menurut inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Mirwan Bz Vauli, fenomena meme yang beredar merupakan hukuman sosial dari masyarakat Indonesia. Itu menunjukkan bahwa rakyat semakin pintar dalam melihat situasi terkini.

"Kelihatan pada tampilannya (meme) begitu nyata, yang ditampilkan Pak Setnov sudah lucu. Respon (meme) itu harus diterima, itu hukum sosial, memang demokrasi seperti itu," ujarnya saat ditemui di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (18/11).

Mirwan mengatakan, meme adalah bukti dari kritisnya publik. Hal ini sangat penting karena apapun kelakuan para pejabat akan dilihat dan dinilai masyarakat. Terlebih dalam kasus korupsi e-KTP, Novanto selaku Ketua DPR diduga terlibat.

"Beliau bicara saja ada efeknya. Ketua DPR itu bukan posisi murahan, banyak sekali yang dipertaruhkan," tandasnya.

Sementara itu, mantan fungsionaris Partai Golkar Hidayatullah mengingatkan agar  pembuat meme berhati-hati. Sehingga tidak terjebak dan dianggap menyebarkan ujaran kebencian. "Tidak boleh menyebar kebencian. Saya berharap hati-hatilah," ujarnya.

Ia menambahkan, meme yang tersebar di media sosial mirip dengan kasus yang menimpa Akbar Tanjung beberapa tahun silam. Dimana saat itu, salah satu media yakni Tempo mengeluarkan gambar Akbar Tanjung dengan hidung panjang. "Dulu Golkar langsung memperkarakan Tempo," tukasnya. (jaa)

Komentar telah ditutup.