Nusantara

Asusila, Remaja di Bawah Umur Digerebek Warga

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Asusila, Remaja di Bawah Umur Digerebek Warga - Nusantara

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Warga Jalan Pasanah, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah mengamankan pasangan remaja di bawah umur, FN (17) dan RM (15). Dua remaja berstatus pelajar ini, diduga berbuat mesum di kamar kosnya.

Perbuatan asusila itu dipergoki pemilik kos, Ardani, sekitar pukul 21.20 WIB, Jumat (17/11). Ardani menuturkan, awalnya FN datang menggunakan motor dan memarkirnya di depan kos RM sekitar pukul 20.30 WIB.

FN masuk ke kos RM dengan keadaan pintu masih terbuka. Awalnya, tidak ada kecurigaan. Namun, beberapa saat kemudian lampu kamar itu dimatikan.

”Pintu dibuka, lampu kamar dimatikan dan laptop menyala. Saya langsung curiga dan langsung masuk. Saya senter ke kamar, ternyata si cowok celananya sudah melorot dan kelihatan itunya, sementara si cewek dalam selimut,” ujar Ardani, Jumat (17/11) malam seperti dilansir Radar Sampit (INDOPOS GROUP).

Ardani mengaku sudah lama curiga terhadap FN yang sering bertamu ke kos RM. Kecurigaannya terbukti setelah memergoki keduanya berbuat mesum. ”Sudah lama saya incar dan baru ini ketahuan,” ungkapnya.

Usai dipergoki, Ardani menambahkan, keduanya lantas diamankan warga. Warga langsung menghubungi Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kobar untuk mengamankan mereka.

Komandan Regu IV Satpol PP Kobar Dwi Kartono mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga yang mengamankan pasangan itu. Kemudian, petugas Satpol PP langsung menuju lokasi dan mengamankan keduanya ke Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar.

”Kami langsung panggil kedua orangtua mereka, sekaligus kita berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Dwi melanjutkan, dari pengakuan keduanya, mereka belum sempat melakukan adegan mesum. RM sempat menangis saat hendak dibawa menggunakan mobil patroli. ”Mereka belum sempat melakukan. Pengakuannya hanya cium-ciuman saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Penegak Perda sekaligus PPNS Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Mustawan Lutfi menegaskan, pihaknya hanya memberikan pembinaan kepada pasangan remaja tersebut untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya dan harus dijemput orangtuanya masing-masing.

”Sudah dilakukan mediasi dan pembinaan kepada kedua belah pihak keluarga dan mereka sudah dikembalikan kepada keluarga masing-masing, karena mereka masih pelajar,” pungkasnya. (jok/ign/JPG)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Megapolitan / Diduga Mesum, 12 ABG di Kota Bogor Digiring Aparat

Nusantara / Parah Banget, Pria Ini Sebar Foto Bugil Istrinya di Medsos

Depok / Delapan Bocah Korban Guru SD Direhabilitasi


Baca Juga !.