Headline

Tak Ada Indikasi Rawat Inap, Novanto Resmi Dibawa ke Rutan KPK

Redaktur: Syahrir Lantoni
Tak Ada Indikasi Rawat Inap, Novanto Resmi Dibawa ke Rutan KPK - Headline

Tim dokter RSCM Kencana bersama juru bicara KPK Febri Diansyah (kanan) memberi penjelasan kepada awak media.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memindahkan tersangka kasus e-KTP, Setya Novanto dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke Rutan KPK. Proses ini berlangsung pada Minggu (19/11) malam sekitar pukul 23.29 WIB. Novanto didampingi oleh pihak keluarga dan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi.

Pemindahan ini dilakukan setelah mendengar keputusan tim dokter yang menangani Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, KPK menggelar konferensi pers terkait stasus kesehatan Novanto. Berlokasi di lobi RSCM Kencana, hadir Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif, Direktur Utama RSCM dr. CH Sujono, serta Sekjen PB IDI Adib Khumaidi.

Dirut RSCM dr CH Sujono mengungkapkan, pasien atas nama Setya Novanto telah menjalani perawatan di RSCM sejak Jumat (17/11) pagi. Sejak itu, Novanto menerima serangkaian tes yang berlangsung hingga Minggu (19/11) malam. Di antaranya wawancara medis, pemeriksaan jasmani, dan penunjang lainnya.

Rangkaian ini dibutuhkan agar mendapatkan kesimpulan medis yang akurat. Sehingga dokter dapat mengetahui penatalaksanaan medis selanjutnya sesuai kebutuhan.

"Kesimpulannya, tim dokter menyatakan tidak ada indikasi lagi untuk dirawat inap," katanya.

Tim dokter sendiri butuh waktu kurang lebih tiga hari untuk memutuskan analis tersebut. Sujono menjelaskan, pemeriksaan medik tak bisa sembarangan. Seluruhnya harus  berjalan sesuai SPO yang terstruktur.

"Ada pemeriksaan jasmani. Setelah itu, dibutuhkan pemeriksaan penunjang untuk mengukuhkan diagnosis. Pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan bisa satu atau lebih," ungkapnya.

Setelah itu, dokter baru melakukan analisis dan menetapkan langkah-langkah pelaksanaan selanjutnya. Misalnya butuh perawatan lanjut atau tidak.

Soal kondisi medis, Sujono mengaku tidak dapat menyampaikan secara rinci kepada publik. Sebab ini diperlukan untuk melindungi privasi pasien. "Namun kami sudah sampaikan laporan medis ini kepada KPK," tutupnya.(gel)

Berita Terkait

Nasional / Agus Rahardjo Putuskan Tak Calonkan Diri Kembali

Nasional / KPK Sita 12 Kendaraan Abdul Latif

Hukum / KPK Panggil Sekda Kabupaten Tulungagung

Hukum / KPK Periksa Sekjen DPR RI Indra Iskandar

Headline / KPK Panggil Dua Pejabat PLN


Baca Juga !.