Minggu, 23 September 2018 12:27 WIB
pmk

Nasional

Diperiksa KPK, Pengacara Farhat Abas Bantah Terkait e-KTP

Redaktur: Heryanto

Farhat Abbas saat berada di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (21/11) pagi. Foto: Nugrah/INDOPOS.CO.ID

INDOPOS.CO.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pengacara Farhat Abbas di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (21/11) pagi. Farhat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari dalam kasus merintangi proses penyidikan, persidangan, dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan KTP-elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

Pemeriksaan pada Farhat bukan kali pertama, sebelumnya ia diperiksa sebagai saksi di kasus yang sama, Jumat (18/8). Usai diperiksa, mantan suami Nia Daniati ini mengaku dimintai keterangan oleh penyidik ihwal komunikasi tersangka Markus Nari dengan kliennnya Elsa Syarief dalam bentuk percakapan Whatsap (wa).  Namun ia tidak bisa memastikan apakah percakapan tersebut ada kaitannya dengan kasus korupsi e-KTP.

"Perlu saya jelaskan, saya bukan saksi kunci dalam kasus ini. Tidak ada kaitan dengan penerimaan uang atau aliran dana e-KTP. Hari ini saya diperiksa untuk tersangka Markus Nari. Saya ditanya soal komunikasi antara tersangka dengan klien saya. Mungkin dia kejar apa kaitannya pengacara dengan tersangka," tepis Farhat. 

Dalam kesempatan itu, Farhat menegaskan dirinya tidak terkait atau pernah menerima aliran dana kasus korupsi yang merugikan negara senilai Rp 2,3 triliun. Selain Farhat, pengacara Kondang Elza Syarief juga pernah diperiksa untuk melengkapi berkas Markus Nari.

Kedua pengacara tersebut memang beberapa kali diperiksa KPK atas perkara korupsi e-KTP maupun di kasus memberikan keterangan palsu dengan tersangka Miryam S Haryani.

Seperti diketahui, politisi Golkar Markus Nari menyandang dua status tersangka di KPK. Pertama kasus merintangi proses penyidikan persidangan dan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Kedua kasus korupsi e-KTP. Dalam kasus korupsi, Markus Nari adalah tersangka kelima setelah Setya Novanto, Ketua DPR RI.

Meski tersangka di dua kasus berbeda, namun penyidik belum melakukan penahanan bagi Markus Nari. ‎Dalam dakwaan, Markus Nari yang saat itu sebagai anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar menerima sejumlah Rp 4 miliar dan 13 ribu dolar AS terkait proyek e-KTP.  (nug)


TOPIK BERITA TERKAIT: #farhat-abbas 

Berita Terkait

Farhat Abbas Cuma Dibilang Masa Lalu

Indotainment

Akui Gusti Sebagai Anak, Farhat Abbas: Saya gak Cari Tenar

Indotainment

IKLAN