Headline

KPK Belum Berencana Periksa Fredrich dan Hilman

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
KPK Belum Berencana Periksa Fredrich dan Hilman - Headline

Fabri Diansyah. Foto: Nugra/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengusutan kasus korupsi megaproyek Kartu Tanda Penduduk (KTP)  berbasis elektronik terus berlanjut. Penyidik  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  masih  mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan  sejumlah saksi dan tersangka proyek e-KTP. 

Pantauan INDOPOS, Selasa (21/11),  sedikitnya lembaga antirasuah memeriksa antara lain,  pengacara penuh sensasi Farhat Abbas,  terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dan tersangka Setya Novanto. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto menjalani pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya. Ia tak mau berspekulasi terkait materi pemeriksaan Novanto. Begitu juga dengan rencana pemeriksaan kembali Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Belum tau kapan diperiksa,  tapi kalau ada kebutuhan pemriksaan baik sebagai  tersangka atau saksi pasti akan kami periksa lagi," ujar Febri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK.

Lantas, apakah KPK kembali memeriksa Novanto untuk mempercepat pemberkasan penyidikan agar tidak ada dipra peradilan kan ? Febri menyebut pihaknya belum konsen dalam mempercepat proses pemberkasan.

"Kita ikuti aturan sesuai hukum yang berlaku. Saat ini yang jadi prioritas KPK adalah penguatan bukti dalam menangani perkara ini," jawabnya.

Selain itu,  dia melanjutkan hingga kini pihaknya belum berencana memanggil oknum-oknum yang berupaya merintangi proses penyidikan,  kala KPK ingin menjemput paksa Novanto di kediamannya belum lama ini.  Sejauh ini sudah ada dua organisasi yang mengadukan pengacara Novanto,  Fredrich Yunadi.   Ia dianggap menghalang-halangi atau memperlambat kinerja KPK untuk menahan Novanto.

Pun begitu,  Febri mengatakan hingga kini aduan tersebut masih dalam telaah Direktorat Pengaduan Masyarakat.  "Saya kira proses telaah itu harus kita kedepankan, " tegasnya.

Begitupula terkait keterlibatan mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch dalam penyembunyian Novanto hingga insiden kecelakaan tunggal pada Kamis (16/11).  Menurut dia,  pihaknya masih mempelari rentetatan fakta-fakta dari infirmasi yang diperoleh. "Intinya kami belum bisa mengambil kesimpulan.  Karena masih berproses, " ucapnya.

Terpisah Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi usai kliennya diperiksa sekira 4 jam menyebut bahwa,   kliennya mengalami gangguan pada otak. Hal tersebut yang kemudian membuat Ketua DPR itu selalu saja mengantuk saat ditanya penyidik KPK.

Bahkan Fredrich menyebut bahwa Setya Novanto sempat tertidur pada saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Setya Novanto menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus e-KTP.

"Menunggu pemeriksaan tidur, waktu diperiksa tidur. Waktu ditanya juga tidur terus," kata Fredrich usai mendampingi pemeriksaan Novanto.

Menurut Fredrich, hal tersebut disebabkan karena adanya masalah di bagian otak Setya Novanto. "Dalam hal ini beliau memang otaknya ada gangguan," kata dia

Fredrich menyebut kliennya itu sempat menjawab beberapa pertanyaan dari penyidik. Namun kemudian pemeriksaan ditunda lantaran Setya Novanto mengaku masih dalam kondisi lemas.

"Karena kondisi kesehatannya, tidak bsa dilanjutkan ke pemeriksaan. Setiap pemeriksaannya itu kan pasti kan akan ditanya 'apakah saudara dalam keadaan sehat jasmani rohani dan bersedia untuk memberikan keterangan', beliau menjawab kesehatan masih terganggu," kata dia. (nug)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / KPK Kembali Panggil Sofyan Basir

Headline / Gubernur Aceh Divonis 7 Tahun

Hukum / Rommy Curhat soal Fasilitas Rutan hingga Buku Yoga

Hukum / Ketua KPK Punya Harapan di Bulan Suci Ramadan

Hukum / KPK Perpanjang Penahanan Bowo Sidik Pangarso

Hukum / KPK dan Kemenkumham Bahas Penyempurnaan UU Parpol


Baca Juga !.