Kamis, 15 November 2018 05:49 WIB
pmk

Liga Champions

Jamu AS Roma, Atletico Diminta Selamatkan El Cholo

Redaktur:

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.

INDOPOS.CO.ID - Fase knockout Liga Champions tanpa Atletico Madrid? Bagai sayur tanpa garam. Pasalnya, sejak tampil dalam empat musim beruntun Liga Champions sebelumnya, tak sekali pun Atletico bersama Diego Simeone gagal lolos dari fase grup. Nah, ancaman itu yang bakal menodai curriculum vitae El Cholo selama tampil di Liga Champions.

Kuncinya ketika menjamu AS Roma di Wanda Metropolitano, Madrid, pada matchday kelima fase grup C Liga Champions dini hari nanti WIB. Gagal, berarti runtuhlah kejayaan di Liga Champions yang telah dibangun Simeone dengan dua kali menjadi finalis. ''Kami benar-benar akan kehilangan tempat di Liga Champions,'' kata Simeone, dikutip Marca.

Era Simeone takkan berakhir andai bisa memanfaatkan laga kandang terakhirnya nanti. Fakta, di fase grup ini mereka belum sekalipun memenangi laga di Madrid. Bahkan, hasil seri saat menjamu Qarabag (1/11) memperpanjang tren seri Atletico di semua ajang musim ini. 10 kali Atletico seri dari 17 laga. Terbanyak di antara klub-klub top di lima liga elit Eropa.

Terakhir, akhir pekan kemarin WIB (19/11) ditahan Real tanpa gol di kandang. Dari 10 kali imbang itu, empat di antaranya didapat di Wanda Metropolitano, rumah barunya. Dan, itu terjadi beruntun. Terburuk sepanjang era Simeone. Kali terakhir di Vicente Calderon, Atletico tak mampu menang dalam empat laga beruntun pada musim 2010-2011.

Artinya,  jika kembali gagal menang atas Il Lupi, ini menyamai periode terburuk Atletico satu dekade terakhir yang terjadi pada 2009-2010. ''(Derby) kemarin sudah cukup, kami takkan lanjutkan kegagalan ini lagi,'' lanjut pelatih yang dikenal dengan filosofi Cholismo-nya itu. Tak hanya susah mencari tuah Wanda Metropolitano.

Bagi Atletico, gagal lolos ke fase knockout Liga Champions bakal mengulangi histori di musim 2009-2010 silam. Ketika itu, Atletico di tangan Quique Sanchez Flores juga tidak sekali pun mampu memenangi pertandingan fase grup. Bahkan, di kandang sendiri, Atletico tertahan dua kali dan sekali kalah. Imbang, berarti menjadi deja vu musim tersebut.

Bek kiri Filipe Luis, dikutip Vavel, menganggap belum saatnya untuk mengangkat sinyal menyerah di Liga Champions. ''Tak ada kamus tereliminasi dalam benak kami.Bagi kami, yang penting sekarang kami mampu berkembang dan berharap. Jelas, kami harus dapat mengalahkan Roma,'' tutur bek 32 tahun tersebut.

Luis meminta rekan-rekannya lebih rileks. Terutama dalam menciptakan gol saat dirinya sudah berusaha meredam serangan lawan. ''Bukan hanya (Antoine) Griezmann, begitu pun para pemain lainnya,'' sebut bek berkebangsaan Brasil itu. Problem Griezmann-dependence ikut jadi biang seretnya mesin Atletico.

Di semua ajang, Grizi belum mencetak gol sejak kali terakhir menciptakan golnya ketika bertemu Chelsea dalam laga kandang pertamanya di Liga Champions musim ini, 27 September. Delapan laga tanpa gol ini termasuk paceklik gol terpanjang Grizi. Akankah tren tersebut bakal berakhir dini hari nanti WIB?

Permintaan Luis agar rekannya lebih rileks itu karena kondisi internal Atletico pada saat ini. Khususnya sebelum menjamu Roma. ''Kami tidak rileks, kami gugup. Mungkin inilah salah satu momen tersulit sejak saya berada di sini. Kami sulit menemukan permainan kami kembali, dan susah mencari peluang,'' ungkap Luis. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-champions 

Berita Terkait

Jamu Valencia, MU Bertekad Redam Tekanan Old Trafford

Liga Champions

Hoffenheim vs Man City, Saatnya Show Leroy Sane

Liga Champions

Morata Bisa Ikuti Idolanya

Liga Champions

Penggoda Hati Sarri

Liga Champions

Jamu Roma, Madrid Tunggu Teka-teki Lopetegui

Liga Champions

IKLAN