Kupas Tuntas Nasib Mobil Listrik

INDOPOS.CO.ID – Sebagai salah satu program kerja besar pada tahun ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Program (BEMP) Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar ”Seminar Nasional Mobil Listrik” pada Jumat (10/11) lalu.

Seminar yang digelar di Aula Bung Hatta Gedung Pascasarjana lantai 2, UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur. Ketua Pelaksana Seminar Nasional Mobil Listrik Aditya mengatakan, seminar ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh BEMP Pendidikan Teknik Elektro. ”Karena kebetulan juga tahun lalu itu BEMP baru pertama kali dibentuk di elektro. Tahun-tahun sebelumnya adalam HIMA,” katanya kepada INDOPOS, disela-sela acara.

Baca Juga :

Lucid Saudi

Tema seminar kali ini adalah ”Masa Depan Perkembangan Teknologi Mobil Listrik di Indonesia”. Terkait alasan dipilihnya mobil listrik sebagai tema seminar tahun ini, Aditya memaparkan, pihaknya merasa pemerintah telah berkomitmen kembali dalam mengembangkan mobil listrik (lihat grafis).

Meskipun komitmen tersebut telah lama diucapkan oleh pihak pemerintah, namun realisasinya banyak mendapatkan tantangan. ”Misalnya soal korupsi, gagalnya uji emisi hingga kurangnya dukungan pemerintah. Jadi kami berinisiatif membuat seminar tentang mobil listrik ini untuk kembali menghidupkan semangat pengembangan mobil listrik ini,” paparnya.

Sebab menurutnya, mobil listrik memiliki masa depan yang cerah, jika digarap secara serius. UNJ memang sejak awal memiliki ketertarikan khusus terhadap majunya industri mobil listrik.

Bahkan, UNJ sudah sempat membuat Batavia Prototype SL 01. Mobil ini merupakan rancangan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Batavia Team UNJ.

Baca Juga :

Kunci Hilang

"Mobil ini merupakan penyempurna dari mobil kita sebelumnya dan kini telah memakai energy listrik," ujar Fairnando Bagus Pangestu, selaku Chief Engineer Batavia Prototype SL 01, terpisah. Berbagai perubahan telah dilakukan olehnya terutama dalam konsumsi bahan bakar.
"Mobil ini sudah menembus 321.071 km/kwh dan memegang rekor nasional 2016 untuk mobil listrik terhemat," ujar Fairnando.

Bahkan, tim mereka akan berlaga pada kejuaraan mobil listrik hemat energi di Singapura, Maret 2018 mendatang. "Sebelumnya kita sudah ikut kejuaraan di Malang, Jogyakarta, dan Filipina," papar dia lagi. (arp)

Komentar telah ditutup.