Selasa, 25 September 2018 04:36 WIB
pmk

Liga Inggris

Indonesia vs Guyana: Bukan Sekadar Laga Persahabatan

Indonesia bakal menghadapi Guyana di Stadion Patriot, Bekasi
Redaktur: Redjo Prahananda

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia siap tempur kontra Guyana di laga uji coba, sore ini. Dalam laga digelar di Stadion Patriot ini, kesempatan Indonesia meraih kemenangan cukup terbuka

Kontra Guyana, pelatih Timnas Indonesia , Luis Milla, kembali menurunkan bomber naturalisasi Ilija Spasojevic bersama pemain U-23. Spaso sempat tampil di partai  kedua melawan Suriah. 

Luis Milla berharap tim dapat maksimal dalam laga merupakan persiapan jangka panjang menuju Asian Games 2018 itu. 

“Kami ingin mencoba menghadapi tim dengan level sama seperti tim ini. Namun, kami tetap mencari lawan yang akan menuntut para pemain kami bermain sangat intens dengan level yang sama. Seperti Suriah, Guyana merupakan  mengandalkan kemampuan fisik. Pertandingan inj sangat bagus bagi para pemain kami untuk mencari solusi dari problem kami,” ujar Milla.

Proses mematangkan skuat memang terlihat dari sesi latihan resmi Timnas Indonesia yang digelar secara tertutup. Luis Milla tetap akan mengandalkan pemain-pemain penting menjadi starter. Ilija Spasojevic akan menjadi ujung tombak dengan dibantu Febri Hariyadi dan Egy Maulana Vikri di sisi sayap.

Septian David Maulana membantu lini serang timnas Indonesia dengan dukungan Evan Dimas Darmono dan Muhammad Arfan. Sementara itu, di lini belakang, kiper Satria Tama akan dibantu Hansamu Yama Pranata dan Bagas Adi Nugroho yang menjadi pilihan mengawal pusat pertahanan. Luis Milla tenang dengan peringkat Guyana . Musuh mereka berada 10 peringkat di bawah timnas Indonesia dalam rangking FIFA, Luis Milla tidak ingin ambil pusing. Menurut pelatih asal Spanyol itu, dalam sepak bola, tim kecil sering menang melawan tim dengan level di atas mereka.

"Bagi saya saat ini adalah tim kami mengalami progres yang baik di lapangan ketika bertanding. Saya tidak memikirkan ranking FIFA. Buat saya yang penting adalah target ke Asian Games. Jadi kami mempersiapkan pertandingan ini sebagai bagian dari persiapan itu," ujar Luis Milla.

"Kalah dua kali dari Suriah yang punya ranking lebih baik dari kita bukan lantas kemenangan sudah di tangan. Dalam sepak bola tidak ada yang tahu, tim kecil pun bisa berjuang mati-matian untuk bisa meraih kemenangan atas tim besar," lanjut pelatih Timnas Indonesia itu. Pertandingan melawan Timnas Indonesia akan menjadi kunjungan pertama Guyana di Asia. Meski jarak tempuh ke Indonesia cukup jauh, pelatih Guyana, Wayne Dover, tetap menginstruksikan para pemainnya untuk meraih kemenangan atas Garuda Muda. 

"Ini pertama kali dalam sejarah Timnas Guyana bermain di Asia. Kami ingin membuat masyarakat kami bangga akan sejarah yang ingin kami torehkan ini, bangga terhadap perjuangan pemain hingga di sini. Hasil baik tentu menjadi obyektif kami di sini, dan hasil yang baik itu adalah kemenangan, tidak ada yang lain," tegas Wayne Dover.

Kapten Timnas Guyana, Jake Newton, menyampaikan pandangan serupa. Pemain berposisi sebagai bek ini ingin buru buru menjajal sabar Timnas Indonesia .

"Saya merasa senang tiba di sini dan saya harus katakan pemain kami baru pertama kali menginjakkan kaki di belahan dunia lain di Asia ini. Saya pun tidak sabar menjalani pertandingan untuk bisa melihat seberapa hebat kemampuan pemain-pemain Indonesia," ujar Newton penuh percaya diri

Bicara soal adaptasi, Dover mengungkapkan, masalah tim adaptasi perbedaan waktu.  Problem ini cukup wajar karena perbedaan zona waktu antara Guyana dan Indonesia bagian barat adalah 11 jam. Adaptasi mengganggu kebugaran para pemain Guyana.


TOPIK BERITA TERKAIT: #timnas-indonesia #timnas-guyana #pssi 

Berita Terkait

Duka Jacksen untuk Haringga

Liga Indonesia

Isak Tangis dari Gang Kecil Bangun Nusa

Jakarta Raya

Manajemen Persib Kutuk Aksi Barbar Bobotoh

Liga Indonesia

Fase Mad of Angry

Headline

Senayan: Bangun Sistem yang Baik

Headline

IKLAN