Kamis, 20 September 2018 02:37 WIB
pmk

Liga Inggris

Kans Tim Inggris Berjaya di Eropa Terbuka Lebar

Lima wakil Inggris mulus di Liga Champions
Redaktur: Redjo Prahananda

Manchester City

Memiliki lima wakil, Liga Inggris dalam  posisi bagus untuk kembali merajai Eropa. Kesempatan semakin besar melihat kesulitan beberapa tim raksasa pada Liga Champions musim ini.

Seluruh wakil Liga Inggris memimpin klasemen sementara di fase grup, di mana tiga tim sudah memastikan tiket 16 besar. Mereka adalah Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Chelsea.

Manchester United segera menyusul. Pasukan Jose Mourinho itu tetap lolos walau maksimal kalah selisih dua gol pada laga terakhir melawan CSKA Moscow, 5 Desember mendatang. Man. United menunda langkah ke 16 besar menyusul kekalahan dari Basel

Liverpool dalam posisi kuat walau pertahanan sangat rapuh. The Reds cukup bermain imbang kontra Spartak Moscow untuk mengamankan tiket di perdelapan final. “Kami punya lima tim yang tampil bagus di fase grup," ujar mantan gelandang Chelsea, Frank Lampard, dilansir Soccerway.

"Beberapa tahun terakhir menjadi periode sulit bagi tim Liga Inggris. Saya pikir, baru sekarang semua akan melihat kekuatan mereka," ucap juara Liga Champions 2012 bersama Chelsea ini.
Inggris tercatat menorehkan periode keemasan sekitar satu dekade lalu. Terhitung pada 2006-07 sampai 2008-09, mereka sukses mengirim tiga tim ke semifinal. Puncak terjadi pada 2007-08 menciptakan all-England final antara Man. United kontra Chelsea.

Setelah itu, Inggris seperti kering gelar di kancah Eropa. Seringkali, tim-tim Inggris terjungkal di putaran pertama kompetisi. Maksimal cuma satu tim lolos ke partai KO dan menjadi juara.

Salah satu tim itu Chelsea. Mereka memenangi edisi 2011/2012.
Nestapa kemudian menggelayuti kinerja Inggris. Pada 2012/2013 hingga 2016/2017, hanya dua tim yang mampu melaju ke semifinal. Mereka adalah Chelsea (2013/2014) dan Manchester City (2015/2016).
Peluang tim Liga Inggris kembali ke masa kejayaan terbuka melihat kinerja praa rival. Salah satunya bahkan memanfaatkan momentum ini memuncaki grup. Tim itu adalah Tottenham Hotspur.

Setelah kalah agregat 0-5 dari Real Madrid pada 8 besar Liga Champions 2010/2011, Spurs tidak terkalahkan dari dua laga Grup H. Mereka bermain 1-1 di Santiago Bernabeu sebelum berjaya 3-1 pada laga di kandang.

Barcelona makin menunjukkan ketergantungan terhadap Lionel Messi. Bayern Munchen sudah memecat pelatih dan kembali ke masa lalu dengan menunjuk Ottmar Hizfeld. Sementara, lini belakang Juventus tidak terlihat setangguh biasanya.

Terbilang Paris Saint-Germain yang impresif. Lini depan mereka begitu menakutkan menyusul pembelian Neymar dan Kylian Mbappe.

Tentu, kinerja para tim ini tidak berarti apa-apa karena kompetisi sesungguhnya baru bergulir pada Februari tahun depan, ketika babak 16 besar dimulai. Di sinilah alasan mengapa Liga Inggris tidak boleh lekas puas dan terus mengembangkan diri.


TOPIK BERITA TERKAIT: #manchester-city #liga-champions #liga-inggris #premier-league 

Berita Terkait

IKLAN