Nusantara

Nyambi Ngojek, Serma TNI Ditembak

Redaktur:
Nyambi Ngojek, Serma TNI Ditembak - Nusantara

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Malang benar nasib Anggota TNI AD berpangkat Sersan Mayor ini. Niat menambah pendapatan dengan cara jadi tukang ojek, Mangatas Simanjuntak, anggota TNI tersebut, dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kejadiannya Minggu (3/12), saat Simanjuntak menunggu calon penumpang di pangkalan ojek depan Gerbang Tol Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ia ditembak dengan menggunakan senjata air soft gun jenis FN, dipukuli beramai-ramai serta disabet senjata tajam.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing kepada INDOPOS mengatakan, penganiayaan itu adalah aksi membabi buta sekelompok pemuda. Memukul siapa saja yang ada untuk membalas dendam. Simanjuntak jadi korban karena kebetulan ada di lokasi tempat keributan sebelunya.

Menurut Erna, kejadiannya berawal ketika korban  penumpang di depan gerbang tol, tiba-tiba dihampiri puluhan pemuda tak dikenal.

Salah seorang pelaku bernama Juliantono Hutagalung, tanpa bicara apapun, langsung menembak  Simanjuntak. Beruntung tembakan itu meleset. Kemudian korban  dikeroyok. "Mulut korban robek akibat pukulan pelaku," kata Erna.

Bukan hanya mengroyok, para pelaku juga merusak  sepeda motor milik korban. Puas dengan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Petugas kepolisian yang mendapat laporan itu bergegas melakukan pengejaran. Tak lama, Hutagalung, salah seorang pelaku, berhasil ditangkap di lokasi yang tak jauh dari kejadian.

Saat dilakukan pemeriksaan, Hutagalung mengaku kesal kepada rekan korban. Sebab, sebelum mengroyok Simanjuntak, Hutagalung sempat berkelahi dengan tukang ojek lainnya bernama Ferri.

"Pelaku Juliantono Hutagalung kalah saat itu. Dan akhirnya meminta bantuan teman-temannya. Tak lama, mereka balik. Karena ada Simanjuntak di pangkalan ojek, maka Simanjuntak yang dikeroyok. Mereka tidak tahu kalau yang dikeroyok itu anggota TNI, nyambi jadi tukang ojek," tambah Erna.

Selain mengamankan Hutagalung, polisi juga menyita barang bukti berupa sepucuk senjata air softgun jenis FN dan sebilah celurit milik tersangka. Sampai Minggu (3/12) petang, polisi masih mengejar pelaku pengeroyokan lainnya.

Pelaku akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban luka dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. "Korban Simanjuntak bekerja sebagai anggota TU Kodim 0507 Bekasi," tandasnya.

Selain tak tahu bahwa Simanjuntak adalah anggota TNI, Hutagalung juga tidak tahu, Simanjuntak adalah orang sekampung di Sumatera Utara. (dny)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Setelah Kebakaran, Inventarisasi Pedagang

Banten Raya / Rumah dan Majelis Taklim Rusak Disapu Angin Kencang

Daerah / Kirim Penembak Jitu Harimau

Daerah / 23 Penambang Berhasil Dievakuasi

Nasional / Tahan Tersangka Hoaks

Banten Raya / Sekap Bocah SD, ’Opung’ Dicokok


Baca Juga !.