Sabtu, 22 September 2018 08:33 WIB
pmk

Nasional

ATSI: Operator Jamin Data Pribadi Pelanggan

Redaktur: Darul Fatah

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO ID  - Seiring kebijakan registrasi kartu prabayar yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), operator pun menjamin data pribadi pelanggan terjaga dengan baik. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir untuk melakukan registrasi kartu prabayar.

"Kami menjamin data pelanggan sudah jadi kewajiban operator melihara data itu. Kalau nantinya ada penyalahgunaan artinya bisa dituntut secara hukum. Jadi operator akan sangat berhati-hati," kata Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys.

Ia mengaku, adanya kekhawatiran penyalahgunaan data masih menghinggapi sebagian masyarakat.

Merza tidak menutup mata jika potensi penyalahgunaan data dilakukan oknum.

"Tapi kami juga berusaha menciptakan sistem yang kuat sebagai bentuk antisipasi itu. Sekarang ini masih jadi tantangan buat kami dalam mengatasi potensi penyalahgunaan data," sebut dia.

Ia mengatakan, operator pun tidak ragu dengan data pelanggan jika terbukti valid dan sesuai yang terlampir di Disdukcapil.

Menurut dia, data yang diperoleh Disdukcapil terjamin. Apalagi setelah melewati proses e-KTP yang lengkap dan panjang. "Makanya kami hanya melakukan validasi dengan data Disdukcapil," ujar dia.

Merza menyebutkan, saat ini pelanggan operator sudah terlalu banyak. Data registrasi yang masuk ikut tak terkendali.

Ia bercerita, dahulu registrasi dibuat sederhana karena memenitngkan sisi fleksibilitas pelanggan. Sayangnya yang terjadi justru banyak orang yang registrasi dengan asal.

"Semua yang kita lakukan sehari-hari pasti butuh registrasi. Dari mau naik pesawat sampai bayar uang sekolah anak. Jadi masyarakat sudah terbiasa dengan itu," sebut dia. Sehingga, seharusnya tak ada kesulitan bagi masyarakat untuk melaksanakan peraturan tersebut.

Selain itu, operator sudah menghimbau informasi ini jauh hari sebelum kegiatan launching tata cara registrasi kartu prabayar dari Kominfo. Apalagi registrasi ini bertujuan untuk memudahkan semua orang. Targetnya, registrasi kartu prabayar seluruh pelangga dapat tercapai pada 28 Februari 2018 mendatang.

"Semoga dapat tervalidasi hingga Februari nanti. Setelah itu, semua data pelanggan harus sudah valid. Begitu seterusnya untuk pelanggan baru. Registrasi ini diwajibkan kepada seluruh pelanggan layanan telekomunikasi. Termasuk pengguna modem dan lainnya," imbuh dia.

ATSI menargetkan kepada operator agar dapat memberikan layanan registrasi pelanggan melalui SMS dan website. Sejauh ini, beberapa operator sudah menyediakan dua sumber layanan itu. Sisanya akan menyusul hingga 28 Februari 2018.

"Makanya kami kasih waktu panjang juga untuk pelanggan melakukan registrasi. Kalau masih tidak registrasi dari batas waktu itu, nomor akan kami hapus dari sistem," jelas dia.

Sebagai informasi, Kominfo memberikan batas waktu registrasi kartu prabayar hingga 28 Februari 2018. Jika lewat dari itu, pelanggan mendapat kesempatan tambahan selama 30 hari.

Apabila waktu itu masih kurang, Kominfo memberikan waktu tenggat 15 hari. Saat itu, pelanggan hanya dapat menerima panggilan dan SMS. Kemudian, ada waktu tambahan 15 hari lagi hingga pelanggan tak bisa melakukan atau menerima panggilan.

Totalnya, pelanggan punya waktu tambahan selama 60 hari untuk melakukan registrasi kartu prabayar. (gel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #registrasi-nomor-hp #kemenkominfo 

Berita Terkait

IKLAN