Nasional

Bos Inalum Tepis Holding BUMN Pertambangan Bakal Dijual

Redaktur: Redjo Prahananda
Bos Inalum Tepis Holding BUMN Pertambangan Bakal Dijual - Nasional

Diskusi Publik Jangan Jual BUMN

INDOPOS.CO.ID - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium, Budi Gunadi Sadikin menepis dengan tegas Polemik Holding BUMN Pertambangan tidak akan dijual Pemerintah.

Polemik ini mencuat setelah beberapa anak perusahaan BUMN seperti PT. Timah, PT. Antam dan dan PT. Bukit Asam bergabung dengan PT. Inalum. Publik menilai, Pemerintah berpotensi besar menjual aset negara tersebut tanpa persetujuan DPR RI setelah pengalihan status tersebut.

"Itu saya luruskan salah pak, semua anak perusahaan kami, Antam, Timah, Bukit Asam kalau mau IPO (pelepasan saham perdana) harus approvel DPR," tegas Budi dalam diskusi 'Jangan Jual BUMN' di Jakarta, Rabu (6/12). Diskusi ini digagas PKS.

Bos Inalum itu menerangkan, anggota Holding BUMN tersebut terdapat satu saham dwi warna. Begitu terdapat saham dwi warna, memang keempat perusahaan tersebut bukan lagi BUMN. Karena sesuai definisi, BUMN itu harus memiliki mayoritas saham.

Namun, bila mengacu UU kekayaan negara, bila terdapat satu saja saham negara, maka perusahaan itu menjadi milik negara.

"Perusahaan negara kalau kalau mau IPO harus approval DPR. Coba saja cek mulai dari Bu Rini Soemarmo (Menteri BUMN), Sekjen BUMN, kemudian Kepala Biro, semua itu harus ada karena di situ terdapat saham dwi warna," terang Budi lagi.

Kemudian dengan PP nomor 72/2016, kata Budi, justru membuat holding BUMN lebih baik. Dia lantas menjelaskan secara rinci mengenai empat Holding BUMN bentukan pemerintah, mulai dari semen, pupuk, perhutani, kebun hingga pertambangan.

Selanjutnya Budi menuturkan, polemik Holding BUMN muncul karena miss komunikasi. Dengan PP 72/2016 justru mewajibkan semua anak perusahaan anggota holding harus ada saha dwi warnia si mana dahulu tidak ada.

"Sehingga kalau dulu mau dilepas nggak butuh approval DPR. Bapak bisa lihat Holding BUMN Semen nggak ada sandiwarnanya," ujar Budi.

"Dan semua yang pernah menjadi anggota holding tidak pernah dijual justru yang dijual adalah yang tidak holding. Bapak lihat dari empat holding itu sudah dijual ke asing? yang sudah dijual ke asing justru BUMN,” dia mengakhiri. (jaa)

Berita Terkait

Headline / Pemerintah dan Penegak Hukum Melempem

Headline / Bekas Tambang Luhut Ditutup

Ekonomi / Miliki IUPK, Tambang Emas Poboya tak Bisa Begitu Saja Ditutup

Nusantara / PT LNP Dilarang Menambang dan Eksport Bauksit


Baca Juga !.