Sabtu, 17 November 2018 08:15 WIB
pmk

Rupiah Diprediksi Belum Beranjak dari Zona Merah

Redaktur: Nurhayat

Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) hari ini diprediksi belum beranjak dari zona merah. Itu terjadi menyusul Rupiah masuk tren depresiasi minor, setelah kemarin mengalami koreksi ke posisi Rp 13.552 per USD. 

"Pergerakan rupiah berpeluang melanjutkan koreksi. Itu karena secara sentimen masih minim untuk menopang apresiasi mata uang Nusantara itu,” tutur analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (8/12).

Selain itu, kata Reza, potensi depresiasi rupiah juga dipengaruhi peningkatan permintaan atas mata uang USD. Karena itu, perlu diwaspadai sentimen bisa menahan rupiah untuk bergerak positif. “Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran support Rp 13.555 dan resisten Rp 13.540 per USD,” ingat Reza.

Sebelum Reza, menyampaikan, meski laju rupiah diharap bisa bertahan, namun peningkatan permintaan atas USD mendorong mata uang negeri Paman Trump itu terus melanjutkan apresiasi. “Efeknya, itu menjadi penghalang bagi rupiah untuk bergerak dalam tren positif," beber Reza.

Tak disangkal kemarin rupiah  cenderung melemah minor. Pemicunya, rupiah tidak cukup mendapat dukungan dari dalam negeri. Akibatnya, pelaku pasar memilih untuk mengoleksi USD. “Penguatan USD akibat optimisme pasar terhadap pengesahan program reformasi pajak AS," jelas Reza.

Memang gerak USD sempat melemah setelah merespons pidato Presiden Donald Trump terkait dukungan terhadap penetapan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. "Tidak lama kemudian, gerak USD kembali menguat dengan dukungan sentimen reformasi pajak dan harapan perbaikan US non-farm payrolls akan dirilis di akhir pekan ini," ucapnya. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #nilai-tukar-rupiah #rupiah 

Berita Terkait

IKLAN