Sabtu, 17 November 2018 09:53 WIB
pmk

Tekno

Media Mainstream Sekarang adalah Medsos

Redaktur:

MEDSOS: Nukman Luthfie saat menjadi nara sumber di Diskusi Indopos, Sabtu siang (9/12/2017). foto: adrianto

INDOPOS.CO.ID -  Perkembangan media digital begitu pesat. Tak ada yang menyangka kalau balasan tahun lalu CD, compact disk, video player, film seluloid, dan lain-lain sudah ketinggalan. Peralatan-peralatan ini sudah terdisrupsi. 
 
Koran, majalah, tabloid, dan media-media massa catak, pelan-pelan ikut terdisrupsi. Komputer, dan teknologi konvensional mulai tergerus. 
 
“Televisi pun sekarang tak lagi mencapai rating tinggi. Dulu rating tinggi bisa sampai 20, sekarang paling tinggi 12,” kata Nukman Luthfie, pakar dan praktisi media, dalam paparannya pada diskusi dan rapat tahunan Indopos, di Best Western Hotel, Mangga Dua, Sabtu (9/12/2017). 
 
Lukman hadir sebagai pakar media digital dan praktisi serta  jurnalis online untuk dimintai pandangannya tentang medka digital. 
 
Conten-conten media digital ini, kata Nukman,  semakin memenuhi kebutuhan publik. Mereka bisa memilih, apalagi begitu mudah didapatkan di sosial media. 
 
Nukman juga secara tidak langsung menyebut bahwa media sosial sudah makin dibutukan dibanding media-media online itu sendiri. Boleh dikata, media media mainstream  sekarang ini adalah media sosial. 
 
“Facebook, twitter, instagram, dan lain-lain adalah sumber informasi yang cepat meski google search menjadi  mesin pencarian utama,” kata Nukman. (jaa)

TOPIK BERITA TERKAIT: #media-digital #media-sosial #media-online #mainstream #nukman-luthfie 

Berita Terkait

IKLAN