Kamis, 16 Agustus 2018 09:33 WIB
pmk

NH Korindo Rekomendasi ’Beli’ Saham PPRO

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32 persen dibandingkan sebesar Rp196 per unit harga pasar saat ini. Demikian dikemukakan oleh Faozan Hadi, analis NH Korindo, dalam laporan riset yang ia buat pada tanggal 6 Desember 2017.

Menurut Faozan, berdasarkan laporan riset NH Korindo tersebut, pihaknya merekomendasikan ``buy`` saham PPRO. Adapun harga wajar itu dihitung menggunakan metode forward P/B sebesar 6,4x (rata-rata 1 tahun terakhir). Target harga ini mengimplikasikan P/B 2018E sebesar 7,0x. “Saat ini, PPRO diperdagangkan pada P/B 2017E sebesar 6,2x,” ujarnya di Jakarta, Senin  (11/12).

Faozan mengatakan, ada beberapa katalis utama yang menjadi pendorong kinerja anak usaha PT PP Persero Tbk (PTPP) itu. Lokasi proyek yang prospektif misalnya, itu mampu menopang pertumbuhan laba bersih PPRO. Lihat saja, pada kuartal III 2017, PPRO berhasil mencatatkan net profit sebesar Rp125 miliar, meningkat sekitar 21,0 persen  secara year on year. Adapun net margin laba bersih Perseroan tercatat sebesar 17 persen per September 2017.

 ”Net profit ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi net profit pada periode-periode sebelumnya. Peningkatan laba bersih ini disebabkan oleh lokasi prospektif yakni di Bekasi, Surabaya, Depok, Semarang, dan Malang, yang nilainya terus ditingkatkan oleh pengembangan terencana oleh PPRO,” jelas Faozan.

Kelas menengah yang menjadi target PPRO, lanjut dia, merupakan basis konsumen yang kuat.  Selama periode Januari-September 2017, PPRO berhasil mencatat pertumbuhan marketing sales sebesar 87 persen year on year menjadi Rp840 miliar. Pencapaian marketing sales ini melanjutkan kinerja yang cukup baik sejak kuartal II 2017.  

”Kami melihat bahwa konsistensi marketing sales didukung oleh hasil yang cukup baik pada produk apartemen yang memiliki lokasi prospektif bagi kelas menengah,” paparnya.

Faozan menilai, diversifikasi PPRO ke proyek apartemen mahasiswa merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, konsistensi pertumbuhan marketing sales akan ditopang oleh peluncuran apartemen-apartemen baru yang dibangun di atas lahan dengan luas total mencapai 200 hektar.

”PPRO mulai mendiversifikasikan produk apartemen dengan menyasar segmen mahasiswa. PPRO telah menyiapkan produk apartemen di Depok, Jatinangor, Surabaya, dan Solo yang berlokasi dekat dengan kampus ternama,” tukasnya.

Faozan mengatakan, PPRO juga mendapatkan potensi pertumbuhan baru dari proyek-proyek pembangunan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN, PPRO memiliki pipeline mengembangkan proyek TOD antara lain di kawasan Stasiun Juanda. “Kombinasi dari proyek apartemen yang sudah ada dan rencana diversifikasi akan menopang keberlanjutan pertumbuhan kinerja PPRO,” katanya.

Analis memprediksi pendapatan PPRO di tahun 2018 akan meningkat sekitar 34 persen menjadi Rp3,261 triliun. Adapun laba Perseroan diproyeksikan tumbuh  40 persen menjadi sebesar Rp566 miliar pada 2018. Sedangkan ROE PPRO diperkirakan akan terus naik dari 10,3 persen di tahun ini menjadi 11 persen pada 2018 dan 13,3 persen di tahun 2019.

Sementara itu, Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO mengemukakan, pihaknya optimistis mampu mengukir kinerja yang lebih baik di tahun 2018. “Kami ekspektasi performance yang lebih baik di tahun 2018 dengan masa 'harvest' atau panen hasil-hasil kinerja yang baik,” terangnya. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #moneter #pp-properti #saham 

Berita Terkait

Tipis Jatah Investor Ritel

Ekonomi

PP Properti Ganjar Pemegang Saham Rp 88 Miliar

Indobisnis

Bursa Tendang Saham Bank of India

Ekonomi

Angka Cantik Warnai Rekor Baru Indeks

Indobisnis

Emiten Go Public Tertinggi sejak 1998

IKLAN