Jakarta Raya

Tiang Penyangga Pengecoran Jembatan Double Track Ambruk

Redaktur:
Tiang Penyangga Pengecoran Jembatan Double Track Ambruk - Jakarta Raya

BERBAHAYA: Pekerja sibuk membereskan pekerjaan akibat ambruknya tiang penyangga pengecoran proyek jembatan double track, Minggu (10/12).

INDOPOS.CO.ID - Minggu (10/12) siang, Polsektro Tebet mengecek kabar tentang robohnya crane di Proyek DDT (Double-Double Track) Manggarai - Jatinegara di Jl. Manggarai Selatan I, RT 001, RW 010, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Informasi awal, diduga ada kecelakaan kerja yang menimpa pekerja hingga mengalami luka-luka. Sempat dilakukan pengecekan oleh Iptu Joko Saptono, Kasubsektor Manggarai, Minggu (10/12), sekitar pukul 09.20 WIB.

Ternyata, diketahui alat penyangga tiang besi steger menahan coran ambruk di Jl. Manggarai Selatan. Kapolsek Tebet, Kompol Maulana Jali Karepesina menerangkan, Kapospol Manggarai Iptu Joko Saptono mengecek bahwa kejadiannya pada Sabtu (9/12) pukul 20.00 WIB.

"Jadi yang rubuh alat penyangga (tiang besi) steger yang menahan pengecoran jembatan DDT (Double-Double Track) yang berada di pinggir jalan. Tidak mengenai siapapun dan tidak ada korban baik luka maupun meninggal dunia," kata Maulana.

Menurut Kapolsek, tida ada crane yang rubuh adapun yang rubuh hanya tiang steger penyangga coran. "Rubuhnya steger dikarenakan saat sedang dicopot oleh para pekerja proyek secara tiba-tiba beberapa besi steger rubuh dan tidak mengenai siapapun. Dua orang saksi kami mintai keterangan Mandor dan Bagian K3 Proyeknya," kata dia.

Saksi-saksi antara lain, Hardi, Mandor, swasta, Fajar Aji Triatmoko, 23, bagian K3 Proyek, dan yang sedang bekerja di TKP yakni, Dodo, Diman, Rudi, Rohman, Jupru dan Subagyo dimintai keterangan.

Sementara itu, proyek pengerjaan pembangunan Double-Double Track (DDT) membuat kemacetan arus lalu lintas yang cukup menyita waktu, bahkan membuat jengkel.

Seperti pada titik DDT di Jalan Matraman Raya-Jatinegara, Manggarai-Bukit Duri dan pecahan jalan terowongan Pintu Air Manggarai, Minggu (10/12) siang.

Terpantau pada akhir pekan, tiga titik proyek pembangunan DDT masih dalam proses pembangunan. Di sekitar kawasan Gunung Antang, Jatinegara, pondasi DDT sudah terpasang.

Namun demikian, di lokasi masih terpasang seng pembatas jalan. Dalam pembangunannya juga memakan badan jalan, sehingga para pengendara dari arah Matraman Raya, baik Bus Transjakarta, mikrolet, mobil pribadi, dan pemotor harus rela antri menuju arah Terminal Kampung Melayu. Begitu pun sebaliknya.

"Ya debunya gak tahan kalau terbang tertiup angin. Kalau hujan becek juga kan belum lama. Belum lagi kalau pas jam kerja sama pulang kerja. Asli macetnya apalagi di Proyek Pengerjaan Under Pass Matraman itu," kata pemotor Ariel, 32.

Bahkan dalam proyek pengerjaannya juga menutup akses Jalan Manggarai Selatan ke arah Perlintasan Pintu Kereta Api Pasar Bukit Duri.

Penutupan jalan persis di pecahan jalan menuju arah Pintu Air Manggarai menyertakan spanduk imbauan kepada warga masyarakat, khususnya pengguna jalan. Hanya saja, spanduk imbauan tidak mudah terlihat pengendara.

Kemacetan panjang terjadi pada jam aktivitas kerja dan pulang kerja dari arah perempatan lampu merah Minang Kabau-Pasar Rumput-kolong terowongan perlintasan KA Manggarai. (ibl)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Warga Blokir Jalan Perimeter Utara

Banten Raya / Oknum ASN Digerebek, Wali Kota Cilegon Murka

Banten Raya / Bantah Tahan Ijazah Siswa

Daerah / Pemain Arung Jeram Tewas Tertimpa Longsor

Megapolitan / Gudang Petasan di Pasar Pagi Asemka Dilahap Api

Nusantara / Kapal Ditangkap Diduga Angkut Kayu hasil Ilegal Logging


Baca Juga !.