Minggu, 25 Februari 2018 06:28 WIB
Citra indah

Kuliner

Mencicipi Bakmie Nyemek Khas Solo Racikan Pak De Brata

Redaktur:

MENARIK: Daniel Brata Priyono, owner sekaligus Chef Bakmie Nyemek Solo ini berpose di depan outletnya. Foto : istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ingin menikmati Bakmie Nyemek, salah satu penganan terkenal  khas Kota Solo?  Mampir saja di Rumah Makan Bakmie Nyemek di Jalan Cokroaminoto No 47 Denpasar. Rumah Makan Bakmie Nyemek,  khusus menyediakan menu makanan bakmie khas Solo, dengan tetap mempertahankan cara memasak tradisional dan citarasa khas Bakmie Solo.

Daniel Brata Priyono, owner sekaligus Chef Bakmie Nyemek Solo ini,  mengatakan, Bakmie Nyemek yang disediakan di Kedai Bakmienya memang sangat khas.

“Yang Khas dari Bakmie ini adalah konsepnya yang masih mempertahankan konsep street food dan dimasak menggunakan arang kayu,” jelasnya akhir pekan kemarin.

Penggunaan arang kayu ini, lanjut  Brata, karena ingin mempertahankan citarasa tradisional.  "Penggunaan arang kayu ini  mampu memperkuat rasa dari masakan. Jika dimasak  menggunakan gas, rasanya akan berbeda, tidak ada rasa asap yang membuat citarasa makanan semakin gurih,” ungkapnya.

Arang kayu yang digunakan juga tidak sembarang. Pihaknya hanya menggunakan arang kayu kopi yang  mampu menghasilkan panas stabil . Di samping  tidak menimbulkan efek debu yang mengotori peralatan memasak.

Lantas , apa itu Bakmie Nyemek? Dijelaskan Brata, Bakmie Nyemek adalah makanan berbahan dasar Bakmie atau Mie yang dimasak dengan sedikit kuah. Seperti  diterangkan Brata, Nyemek dalam bahasa Jawa artinya tidak basah dan juga tidak kering. Sehingga Bakmie Nyemek ini dihidangkan dengan sedikit kuah dengan citarasa gurih dan sedikit manis yang lezat. “Bakmie ini warnanya kecoklatan dan rasa manis yang ada di Bakmie ini tidak terlalu tajam, sehingga tidak membuat pelanggan eneg,” terangnya.

Bakmie Nyemek ala pria yang akrab disapa Pak De Brata ini, dihidangkan sama dengan Bakmie Nyemek yang dihidangkan di Solo, yakni kota kelahiran Pak De Brata.  Dalam satu porsi, pelanggan dapat menikmati Bakmie dengan sedikit kuah, lengkap dengan sayuran berupa kubis dan sawi hijau, tomat, suwiran ayam, dan telur.

Selain Bakmie Nyemek, Kedai Bakmie ini juga menyediakan beberapa menu lainnya, seperti Bakmie Godhok, Bakmie Goreng dan Nasi Goreng Mawut. Untuk Bakmie Godhok, lanjut lelaki 50 tahun ini, bahan yang digunakan untuk membuatnya hampir sama dengan Bakmie Nyemek, namun yang membedakannya adalah kuah pada Bakmie Godhok lebih banyak.

Sedangkan Bakmie Goreng adalah Bakmie yang dimasak tanpa menggunakan kuah sama sekali. “Jadi, tampilan Bakmie Goreng ini berwarna coklat tanpa adanya kuah, komposisi ketiga Bakmie ini hampir sama, yang membedakan adalah jumlah kuah yang digunakan saja,” tambahnya.

Sedangkan untuk Nasi Goreng Mawut, hampir sama dengan Nasi Goreng pada umumnya. Namun yang membedakannya,  Nasi Goreng Mawut ini tidak berwarna merah seperti Nasi Goreng pada umumnya Nasi Goreng ini disajikan dengan beberapa bahan campuran lainnya, seperti sayuran, suwiran daging ayam, dan sedikit mie basah.

Sehingga ketika dilihat sekilas, di dalam Nasi Goreng ini akan terlihat beberapa potong mie yang tercampur dalam adonan nasinya. “Nasi Goreng ini memang khas Jawa, dimasak dengan tungku dengan beberapa bahan pelengkap, seperti sayuran, mie, daging ayam, dan dimasak tanpa saos tomat,” terangnya.

Selain menu-menu tersebut, Kedai Bakmie  ini juga menyajikan beberapa jenis menu pelengkap lainnya, seperti beragam jenis sate tusuk. Mulai dari sate ati, sate usus, sate daging ayam hingga sate telur puyuh, yang dijual Rp 2.500 per tusuk.  (bx/gek/rin/yes/JPR)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Kuliner 

Berita Terkait

Nikmati Makanan Dengan Suasana Geladak Kapal

Kuliner

Santap Yu Sheng Disini Yuk

Kuliner

30 Dim Sum Temani Imlek

Kuliner

Menikmati Kuliner Eropa Sambil Main Musik

Kuliner

IKLAN