Hukum

Setnov Terancam Pidana Penjara Seumur Hidup

Setya Novanto didakwa menerima USD 7,3 juta terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

Redaktur: Redjo Prahananda
 Setnov Terancam Pidana Penjara Seumur Hidup - Hukum

Setya Novanto. foto: dok.

INDOPOS.CO.ID - Setya Novanto didakwa menerima USD 7,3 juta terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Jaksa Penuntut Umum KPK menyebut, Setnov melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang dan jasa proyek tersebut.
 
Politisi Partai Golkar ini menerima aliran dana tersebut dalam dua tahap. Setya Novanto menerima nominal tersebut dalam dua tahap melalui orang lain. Fakta tersebut termuat dalam surat dakwaan Setya Novanto oleh penuntut umum KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12).
 
Dalam surat dakwaan, Setya Novanto menerima uang itu dalam dua tahap. Pertama, melalui pengusaha Made Oka Masagung sebesar 3,8 juta dolar AS.
 
Setnov menerima dana itu dari melalui transfer dari rekening OCBC Center Branch atas nama OEM Investment, Pte, Ltd senilai 1,8 juta dolar AS serta melalui rekening Delta Energy di Bank DBS Singapura sebesar 2 juta dolar AS.
 
Penerimaan lain melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Setya Novanto. Dia menerima uang itu mulai 19 Januari-19 Februari 2012 yang seluruhnya berjumlah 3,5 juta dolar AS.
 
"Terdakwa baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang jasa paket Pekerjaan Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) Secara Nasional," ujar jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).
 
Karena  perbuatan  itu, Pengadilan Tipikor menjerat Setnov dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Dari uraian pasal tersebut, Novanto terancam hukuman pidana penjara seumur hidup.
 
Berikut isi kutipan pasal tersebut
 
Pasal 2 ayat 1
 
Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
 
Pasal 3
 
Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Dipindah ke Gunung Sindur, Agar Setnov Tobat

Nasional / Dua Rektor UIN Banda Aceh Diperiksa KPK

Nasional / Kasus Rommy, KPK Periksa Rektor UIN

Headline / Presiden Jokowi Segera Pilih Pimpinan KPK Baru 

Headline / Setnov Salahgunakan Izin Berobat, ni Kronologinya


Baca Juga !.