Minggu, 25 Februari 2018 06:36 WIB
Citra indah

Asosiasi UMKM Segera Urus Sertifikat Halal

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

DONGKRAK EKONOMI: Hasil UMKM Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Foto: Radar Tarakan

INDOPOS.CO.ID- Pengurus Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nunukan periode 2017–2021 tampaknya harus bergerak cepat dan membuktikan kinerja mereka. Apalagi jika tak ingin dituding sebagai sebuah perkumpulan yang memanfaatkan pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sebab, hingga saat ini sejumlah persoalan dan kendala pelaku UMKM masih saja dialami. Khususnya dalam mempromosikan dan mengembangkan produk rumahan yang dikelola secara sederhana bersaing dengan produk lokal dengan daerah lain.

”Saya sangat berharap, asosiasi yang dibentuk ini benar-benar membela kepentingan pelaku UMKM. Bukan kepentingan pribadi. Apalagi sampai kepentingan partai politik,” ungkap Sapto, seorang pengusaha UMKM jenis makanan siap saji kepada Radar Tarakan (INDOPOS GROUP).

Sebab, lanjutnya, saat ini apa saja dimanfaatkan oknum pengurus parpol dalam menggaet kepentingan suara. Yang akhirnya hanya kepentingan mereka saja. Sementara, pelaku UMKM yang tidak ingin terlibat parpol atau mungkin berbeda parpol tidak dihiraukan.

”Hanya mengingatkan saja. Jangan sampai hanya seremonial saja. Dibentuk asosiasi hanya untuk mendapatkan keuntungan suatu kelompok tertentu saja,” ujar pria yang akrab dipanggil Pakle ini.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi kendala berkembangnya produk UMKM, khususnya produk makanan adalah sulitnya mendapatkan sertifikat halal. Untuk itu, dirinya berharap ada perhatian dari Asosiasi UMKM Nunukan.

”Semoga saja hal itu dapat diperhatikan. Jangan berpikir keuntungan besar saja. Tapi, keberlangsungan usaha itu yang sangat penting,”  harapnya.

Menyikapi hal itu, Ketua Asosiasi UMKM Nunukan Baharuddin Aco mengaku memaklumi apa yang menjadi penilian masyarakat. Apalagi asosiasi ini baru saja terbentuk. Sehingga, terlalu dini untuk melihat perbandingannya. “Terlalu awal jika ingin mengetahuinya. Tentunya belum bisa digambarkan,” katanya saat dihubungi media ini  

Kendati demikian, adanya asosiasi UMKM ini menjadi salah satu langkah nyata terhadap besarnya dukungan kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan. Karena selama ini keberadaan UMKM masih terbentur dengan sejumlah persoalan. Salah satunya, sertifikat halal itu.

Makanya, lanjutnya, tim asosisasi UMKM ini akan meminta pandangan serta masukan agar mendapatkan solusi mengatasi persoalan itu. Khususnya untuk melakukan pembenahan prosedural dalam mengikuti ketentuan untuk mendapatkan sertifikat halal.

”Makanya, sebagai asosiasi yang baru, sangat diharapkan dukungan masyarakat khususnya pelaku UMKM itu sendiri agar setiap persoalan yang dihadapi dapat mendapatkan solusi yang tepat,” jelasnya. (oya/ogy/JPG) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #UMKM #KABUPATEN NUNUKAN 

Berita Terkait

IKLAN