IMI Keluarkan Aturan Baru Kejurnas Rally dan Sprint Rally

INDOPOS.CO.ID – Dunia reli Indonesia bakal kembali bergairah dengan dikeluarkannya peraturan terbaru 2018 oleh otoritas reli Ikatan Motor Indonesia (IMI) tentang Kejuaraan nasional (Kejurnas) Reli.

Peraturan terbaru terkait beberapa perubahan yang dilakukan seperti spesifikasi mobil, regulasi teknis perlombaan, sistem perolehan poin, pembagian peserta, serta rencana program wisata IMI yang akan menjadi kegiatan pendukung di setiap putaran Kejurnas Rally dan Sprint Rally.

Direktur Rally dan Sprint Rally IMI Pusat Rifat Sungkar mengatakan, harapan  dikeluarkanya aturan baru Kejurnas Rally dan Sprint Rally di 2018 mendatang dapat berlangsung lebih berkualitas, lebih kompetitif, serta lebih menarik bagi semua pihak.

"Perubahan yang kami buat semata-mata untuk membuat Kejurnas Rally dan Sprint Rally lebih maksimal. Baik dari segi kualitas dan kuantitas, dari segi peraturan, hingga hal-hal lainnya. Karena kami  akan terus melakukan evaluasi untuk terkait berbagai hal yang menyangkut kemajuan ajang rally dan sprint rally di Indonesia,” kata  Rifat kepada media di Jakarta, Rabu (20/12).

Dari spesifikasi mobil, kelas M1 adalah untuk mobil-mobil yang masih memiliki homologasi internasional FIA (N4, RRC, S2000, R4, R5, WRC) maupun homologasi FIA regional (AP4) dan mobil-mobil di luar spesifikasi berhomologasi FIA dengan modifikasi sebagai berikut: Mobil sedan dengan penggerak roda (4WD) dengan kapasitas mesin maksimal 2000 cc.

Sementara untuk kelas M2 adalah kelas untuk mobil sedan dengan penggerak empat roda yang tidak atau belum menggunakan ACD. Untuk kelas F1, di mana sebelumnya hanya untuk mobil berkapasitas maksimal 1200 cc, di tahun 2018 akan dinaikkan menjadi 1400 cc.

"Kebijakan ini diterapkan karena kelas F1 belum sepopuler kelas lainnya sehingga IMI menargetkan ada peningkatan peserta di kelas ini dan lebih banyak mobil yang bisa tergabung di dalamnya," papar Rifat yang juga pembalap nasional ini. (bam)

Komentar telah ditutup.