Nasional

Terkait Anulir Beberapa Pejabat TNI, Menhan Bilang Itu Biasa Terjadi

Redaktur: Heryanto
Terkait Anulir Beberapa Pejabat TNI, Menhan Bilang Itu Biasa Terjadi - Nasional

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. rilis.id

INDOPOS.CO.ID - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menegaskan jika mutasi yang dianulir atau dibatalkan adalah hal biasa di tubuh TNI. Keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, nilai Ryamizard, adalah hak prioritasnya. Karena dalam struktur kerja Panglima yang akan menggunakan para pejabat TNI itu untuk membantunya dalam bekerja.

“Mutasi baik dianulir atau tidak adalah hal biasa dalam tubuh TNI. Tentara harus menerimanya. Kan yang menggunakan (pejabat TNI) adalah panglima jadi itu hak panglima,” kata Ryamizard di Jakarta, Rabu (20/12).

Ryamizard memberikan ilustrasi bahwa TNI adalah alat negara dan Kementrian Pertahanan adalah yang mengurus pertahanan negara sehingga penentuan alat negara (TNI) diserahkan kepada Panglima. “Saya saja dulu skep (surat keputusan) sudah keluar untuk jadi Panglima tetapi dianulir-anulir juga. Dan saya tidak protes,” katanya.

Disebutkan, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan surat perubahan tentang keputusan pendahulunya, Jenderal Gatot Nurmantyo. Adapun perubahan tersebut mengenai mutasi sejumlah perwira tinggi TNI.

Surat keputusan tersebut dengan Nomor Kep/982.a/XII/2017 tanggal 19 Desember 2017. Isinya, tentang perubahan keputusan Panglima TNI sebelumnya bernomor Kep/982/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Lingkungan TNI.

Hadi dalam surat itu menyatakan bahwa mutasi terhadap 32 Pati TNI tidak terjadi. Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya memutasi 85 Pati TNI, termasuk 32 orang di antaranya Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini). Jabatan Pangkostrad diisi Mayjen TNI Sudirman yang semula menjabat Asops KSAD.

Mayjen TNI AM Putranto dimutasi dari Pangdam II/Sriwijaya menjadi Asops KSAD. Kemudian, Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Sriwijaya.

Dankomar Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dimutasi menjadi Dankodiklat TNI, Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar, Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar, dan Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar. (vit/sam/rmol)

TAGS

tni

Berita Terkait


Baca Juga !.