Megapolitan

Sadis! 2 Remaja Tewas Dibacok Geng Motor di Depan Masjid

Redaktur:
Sadis! 2 Remaja Tewas Dibacok Geng Motor di Depan Masjid - Megapolitan

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID – Aksi geng motor di Bogor semakin sadis dan kembali menelan korban jiwa. Dua warga Bogor tewas dibacok benda tajam oleh segerombolan anggota geng motor Bogor, Jumat dini hari (22/12). Korban bernama Arif Budiman (22) warga Kampung Pabuaran RT 06 RW 02 Simandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor dan M Rizki Arisandi (24) warga Kampung Tenggilis, Bogor Utara, Kota Bogor.

Keudanya dihabisi saat berkumpul di depan gang Masjid, Jalan Tenggilis Pangkalan 2, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara. Informasi yang dihimpun, kedua korban saat itu sedang berkumpul dengan enam rekan lainnya. Tiba-tiba belasan motor yang ditumpangi berboncengan menghampiri mereka.

Dari keterangan saksi-saksi diketahui ada dua orang yang membawa celurit dan tiga lainnya membawa golok sisir langsung membabi buta membacok korban. Arif Budiman mengalami tiga luka bacokan di bagian kepala dan satu luka bacok di bagian dada. Arif sempat dilarikan ke klinik Surya Sehat, Jalan Raya Sukahati, Kecamatan Cibinong, tapi nyawanya tak tertolong.

Korban geng motor di Bogor di rumah sakit

Korban geng motor di Bogor di rumah sakit (Istimewa)

 

“Jenazah Arif Budiman sudah diambil keluarganya setelah beres salat Jumat,” kata Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Sabtu (23/12).

Sementara itu, korban lainnya bernama Rizki juga dikabarkan meninggal dunia pukul 07.00 WIB kemarin. Rizki sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ahmad Sofwan mengatakan bahwa lokasi kejadian hanya dua langkah dari wilayah Kabupaten Bogor. Sehingga kini penanganannya dilakukan oleh Polresta Bogor Kota. “Sedang ditangani oleh Polresta Bogor Kota sekarang,” kata dia.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya belum mau berkomentar banyak. Menurutnya, perlu diketahui terlebih dulu musabab pembacokan tersebut sehingga baru bisa diketahui mengenai kebenaran aksi geng motor.

Peristiwa ini menjadi keprihatinan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Najamudin. Jelang perayaan Natal dan malam pergantian tahun, Najamudin mengusulkan Muspida Kota Bogor memberlakukan jam malam di Kota Hujan. “Khusus pelajar dan remaja tanggung. Arahkan agar mereka (remaja tanggung) tidak berkumpul di jalanan,” kata Najamudin kepada Radar Bogor.

Najamudin berharap Pemkot Bogor beserta stakholder melakukan kajian secara komprehensif soal permasalahan berandalan bermotor ini. Anggota DPRD Fraksi PKS ini menyebut penanganan geng motor hanya dilakukan setiap kali peristiwanya marak terjadi. Padahal menurutnya, sejak jauh-jauh hari Pemkot Bogor bersama instansi terkait bisa melakukan langkah antisipasi dengan cara-cara tertentu.

“Geng motor ini masalah yang serius. Sehingga Pemda menyelesaikan masalahnya tidak hanya sebatas pas ada insiden saja. Tapi menyelesaikan akar masalanya,” tukasnya.(yuz/jpg/JPC)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Nunggu Sahur, Warga Diserang Geng Motor

Megapolitan / Geng Motor Berulah, Empat Warga Dibacok

Megapolitan / Geng Motor Teror Warga Bekasi

Megapolitan / Tujuh Anggota Geng Motor Ditahan

Megapolitan / Waspada, Geng Motor Berulah Lagi

Nusantara / Begini Kronologis Penangkapan Geng Motor ABG Brutal Itu, Ngeri…


Baca Juga !.