Minggu, 18 November 2018 07:45 WIB
pmk

Liga Inggris

PSIS Gaet Pemain Liga 2, PSMS Bajak Eks PS TNI

Redaktur:

MEPET WAKTU: Komarudin (kanan) dan Bayu Nugoroho menjadi skuad anyar PSIS. SOLOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tantangan berat sepertinya sedang dialami oleh tim promosi ke Liga 1 dalam merekrut pemain anyar. Ya, diluar Persebaya Surabaya yang sudah menggaet sejumlah pemain bintang dari Persipura Jayapura, PSIS Semarang dan PSMS Medan harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pemain berkulitas yang bisa menopang performa mereka di musim baru nanti.

Penyebabnya hanya sederhana, tidak banyak klub yang bertahan di kompetisi kasta tertinggi tanah air itu melakukan bongkar pasang pemain. Hasilnya, rata-rata pemain terutama pemain lokal yang berseliweran di bursa transfer bukan pemain dengan status premium atau menjadi starter besama klub di musim lalu. 

Pelatih PSIS, Subangkit mengakui, tidak gampang untuk meracik tim yang kuat untuk bisa bersaing dengan tim-tim lain di Liga 1 dalam kondisi sangat singkat. Maklum, mereka baru memastikan tiket promosi di akhir November lalu. Padahal, ketika itu, tim-tim yang sudah pasti bertahan di Liga 1 telah memproteksi pemain mereka dengan kontrak baru. 

"Mendapatkan pemain yang memiliki jam terbang tinggi di Liga 1 musim lalu, sulitnya minta ampun. Seperti mencari jarum dalam jerami," kata Subangkit, kemarin (26/12). "Kalaupun ada, rata-rata berstatus cadangan, itu pun mereka minta bayarannya sangat tinggi dan mahal," sesal pria asal Pasuruan, Jawa Timur itu. 

Memang, sampai saat ini, tim dengan julukan Laskar Mahesa Jenar itu baru mendapatkan dua pemain dengan status pernah membela klub Liga 1. Mereka adalah, Komarudin, striker Persegres Gresik United, serta gelandang bertahan asal Sriwijaya FC, Hapit Ibrahim. Sementara pemain lainnya, rata-rata adalah jebolan klub Liga 2. 

Tragisnya, ketika tim tim lain sudah melakukan pemusatan latihan jelang kompetisi musim depan, Subangkit masih sibuk mencari pemain. Bahkan, ketika turnamen pramusim Piala Presiden nanti dijadikan sebagai ajang mengukur kekuatan, Subangkit malah berencana menjadi even tersebut sebagai panggung seleksi pemain. 

"Saya memutuskan untuk mengambil pemain pemain dari klub Liga 2 saja. Karena saya yakin selain masih muda, mereka bisa berbuat banyak kepada tim di musim depan nanti," ujar mantan pelatih Sriwijaya FC itu. "Dan, rata - rata pemain pemain dari Liga 2 juga mau bekerja keras kepada tim meski bayarannya tidak terlalu mahal," timpalnya. 

 

Senada dengan Subangkit, pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman juga mengungkapkan hal serupa. Mereka tidak bisa leluasa melakukan transfer pemain karena waktu berakhirnya kompetisi yang terlalu mepet. Akibatnya, mereka terlambat start dalam bermanuver mencari pemain dengan kualitas bagus. 

Meski begitu, mantan pelatih Persib Bandung itu menuturkan, untuk skuad pemain lokal mereka nyaris lengkap. Sebab, manajemen memutuskan untuk mempertahankan 50% pemain saat mereka sukses menjadi runner up Liga 2. "Ada beberapa pemain bagus dari PS TNI. Saat ini, kami menunggu pemain asing yang dalam waktu dekat bergabung dengan tim," kata Djadjang. (ben/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

Sriwijaya Fokus Lolos Zona Degradasi

Liga Indonesia

Bukan Semata soal Uang

Liga Indonesia

“Kami Mau Menang, Mau Juara”

Liga Indonesia

Bukan Misi Mustahil

Liga Indonesia

Situasi Sulit, Tetap Enjoy

Liga Indonesia

Pesan Yanto Basna dan Ryuji Utomo

Liga Indonesia

IKLAN