Nasional

Penggunaan Sukuk Negara di Kementrian Agama Meningkat

Redaktur: Achmad Sukarno
Penggunaan Sukuk Negara di Kementrian Agama Meningkat  - Nasional

INDOPOS.CO.ID - penggunaan Sukuk Negara di era pemerintahan jokowi meningkat drastic. Tak hanya digunakan untuk pembangunan infrastrukutur. Obligasi yang dikeluarkan pemerintah ini digunakan Kementrian Agama untuk meningkatkan kualitas muslim Indonesia melalui pembiayaan pembangunan infrastruktur pendidikan agama Islam maupun memperluas kesempatan ibadah Haji dan umroh.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Suminto.”Jika pada 2014 baru Rp200 miliar, maka sejak 2015 nilainya melonjak Rp675,3 miliar dan terus meningkat hingga mencapai Rp1,79 triliun pada 2017,”ujarnya Kamis (28/12). ”Total selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo telah disalurkan Rp4,13 triliun dana sukuk negara,” sambungnya.

 Seluruh pembiayaan tersebut, lanjutnya, disalurkan melalui Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas ibadah ke Tanah Suci. ”Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau instrumen utang piutang tanpa riba adalah surat berharga (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah,”terangnya.

Sementara Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam kurun waktu yang sama melakukan program peningkatan layanan haji dan umrah melalui revitalisasi dan pengembangan Asrama Haji maupun pembangunan atau rehabilitasi Balai Nikah dan Manasik Haji di 23 provinsi dengan total nilai anggaran Rp1,39 triliun. Sedangkan alokasi anggaran terbesar diserap oleh Ditjen Pendidikan Islam dengan total pagu Rp2,22 triliun untuk melakukan revitalisasi dan peningkatan kualitas terhadap 48 Institut Agama Islam maupun Sekolah Tinggi Agama Islam yang bernaung di bawah Kementerian Agama.

Melihat keberhasilan penyaluran sukuk negara tersebut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menargetkan dapat menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara senilai Rp 22,5 triliun pada 2018 atau naik dari pagu di 2017 yang sebesar Rp 16,5 triliun.Kementerian Agama ditargetkan dapat menyerap sejumlah Rp2,21 triliun yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan delapan asrama haji senilai Rp350 miliar, pembangunan 245 Balai Nikah & Manasik Haji (KUA) senilai Rp355 miliar dan pembangunan maupun revitalisai 34 kampus Islam dan 32 Madrasah dengan nilai Rp1,50triliun.

”Jadi sukuk negara ini adalah uang umat yang disalurkan pemerintah untuk program-program peningkatkan kualitas umat muslim Indonesia secara langsung dan penggunaannya tersebut tentu saja dikelola secara efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (ash)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.