Minggu, 25 Februari 2018 06:43 WIB
Citra indah

Ekonomi

Dukung Program Jokowi, Apersi Siap Bangun 150 Ribu Rumah MBR

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), siap membangun 150 ribu rumah subsidi pada 2018. Hal itu untuk mendukung Program Satu Juta Rumah yang digulirkan pemerintahan Jokowi.  Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut, akan dibangun di sejumlah wilayah Indonesia.

"Program kita membangun rumah yang dekat dengan program pemerintah yakni umah subsidi. Apersi memang lebih fokus membangun perumahan untuk menengah ke bawah sesuai dengan program pak Jokowi yaitu Program Sejuta Rumah," ujar Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah, Kamis (28/12).

Lebih lanjut ia mengatakan, pada 2016 Apersi telah membangun 80 ribu rumah subsidi. Pada tahun 2017, jumlah rumah subsidi yang dibangun naik menjadi 130 ribu unit. "Permintaan terhadap rumah subsidi sangat tinggi. Kami juga optimistis pada 2018 dapat membangun 150 ribu unit rumah," jelas Junaidi.

Menurutnya, saat ini permintaan rumah untuk MBR paling banyak di Jawa Barat dan Banten. "Pada 2017 di Jawa Barat sebanyak 49 ribu unit. Sedangkan di Banten sebanyak 19 ribu unit rumah MBR. Tahun 2018, permintaan rumah MBR untuk wilayah itu masih tinggi," jelas Junaidi.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk rumah MBR, pihaknya mengusulkan  syarat-syarat KPR harus lebih mudah..Pembiayaan perbankan harus lebih mudah. "Kemudian bunga khusus konstruksi untuk pengembang rumah MBR, harus dibedakan dengan pengembang rumah mewah. Bunga konstruksi sekarang 13 persen. Tidak ada bedanya. Kita berharap bunga konstruksi 8 sampai 10 persen," jelas Junaidi.

Selain itu lanjut Junaidi, pihaknya berharap ada sinkronisasi peraturan antara pusat dan daerah. "Misal terkait implementasi PP nomor 64 tahun 2016. Luasan tanah 5 hektar tidak perlu amdal. Tapi implementasinya belum sinkron," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Apersi Eddy Ganefo mengatakan pihaknya  mendorong, perusahaan-perusahaan yang mempunyai jumlah karyawan yang banyak, untuk menyiapkan rumah. Baik itu untuk karyawan tetap ataupun tidak.

"Apakah itu perumahan perusahaan ataupun akan dijual ke karyawan. Tahun 2018, kita akan dorong pembangunan 50 ribu unit. Bekerjasama dengan Apersi dan kontraktor perumahan. Terutama di luar Jawa. Sumatera dan Kalimantan. Sesuai Nawacita, membangun dari pinggiran," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Bisnis 

Berita Terkait

IKLAN