Senin, 24 September 2018 12:48 WIB
pmk

Nasional

MA Bersih-bersih, 107 Pejabat Dapat Sanksi

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Dalam rentan waktu satu tahun, Mahkamah Agung (MA) total telah memberikan sanksi berat terhadap 107 pejabat, di antara mereka  30 orang  bahkan mendapat sanksi berat.

Ketua MA, Muhammad Hatta Ali mengungkapkan, sanksi berat ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan kepada semua personel MA, mencapai 30.480 orang.

"Tahun 2017 ini kami bisa bilang, sebagai tahun bersih -bersih dan Badan Peradilan di bawah kami,  MA menitikberatkan pada upaya bersih -bersih di tubuh lembaga peradilan dari segala tindakan oknum aparatur peradilan sehingga dapat merusak citra dan martabat lembaga peradilan," ungkap Hatta  dalam pemaparan refleksi akhir tahun MA ini di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Sebanyak 30 pejabat mendapat vonis berat, di antara mereka terdiri dari hakim (7 orang), Panitera Pengganti (5), Jurusita Pengganti (3), pejabat (1) dan Staf (6) serta juga panitera, sekretaris, panitera muda dan jurusita masing-masing 2 orang.

Sementara itu, jumlah hakim dengan  sanksi dari MA pada tahun  sama berjumlah 38 orang, meliputi 7 orang hakim yang ditimpa sanksi berat, 5 orang hakim dijatuhi sanksi sedang dan 26 orang hakim dengan sanksi ringan.

Hatta menambahkan,  sanksi-sanksi di atas sudah berdasar pada Peraturan MA (Perma) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan MA dan Badan Peradilan di bawahnya serta Maklumat MA Nomor 01/Maklumat/KMA/IX/2017 tentang hal yang sama.

"MA pantang memberikan toleransi kepada aparatur peradilan yang terbukti melakukan pelanggaran. Kalau tidak bisa dibina, terpaksa kami binasakan agar virus-virus itu tidak," tegas Hatta.

Hatta menambahkan 'bersih-bersih' di tubuh MA melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap dan menindak oknum-oknum peradilan  bila mereka terbukti melakukansuap dan juali beli perkara dengan pencari keadilan.

"Hasilnya, dua orang hakim dan seorang panitera pengganti berhasil ditangkap oleh KPK atas pertukaran informasi yang dilakukan antara MA dengan KPK." (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mahkamah-agung 

Berita Terkait

IKLAN