Minggu, 23 September 2018 02:14 WIB
pmk

Liga Italia

Penahbisan Capocannoniere di Laga Inter Milan vs Lazio

Redaktur:

Mauro Icardi (kiri) dan Ciro Immobile (kanan). Foto: INT

INDOPOS.CO.ID - Mauro Icardi di Inter Milan maupun Ciro Immobile di Lazio merupakan dua penyerang paling produktif saat ini di Serie A. Icardi yang mengkoleksi 17 gol sejauh ini hanya lebih baik sebiji gol dari Immobile (16 gol).  Karena itu pertemuan Inter lawan Lazio dini hari nanti (31/12) di Giuseppe Meazza bisa menjadi tolak ukur buat Icardi juga Immobile. Siapa diantara keduanya yang lebih baik di lini depan.

Seperti diberitakan Football Italia kemarin (29/12) Icardi punya peran besar dalam menentukan hasil kalah-menang buat Inter. Lihat saja, ketika pemain 24 tahun itu scoreless maka Nerazzurri pun ikut tersendat. Icardi gabuk saat Inter kalah 0-1 oleh Sassuolo (23/12) di Serie A disusul penaklukkan 0-1 oleh AC Milan (27/12) di perempat final Coppa Italia.

Allenatore Inter Luciano Spalletti kepada RAI Sport kalau Icardi tampil di bawah ekpektasi saat kalah lawan Milan (27/12) lalu. Dan hal itu bisa terjadi pada penyerang manapun di dunia.   “Namun kemudian ketika kamu melihat semua karakter yang dibutuhkan (untuk menang) itu melemah secara bersamaan, maka kondisinya menjadi sulit,” tutur Spalletti. Karakter yang dimaui muncul dari Icardi dkk oleh bekas pelatih AS Roma itu adalah kegigihan di lapangan dan mental tak gampang menyerah.

Nah, menurut Football Italia Icardi yang bertipe finisher sejati dalam dua laga terakhir kekurangan suplai bola dari dua penopangnya. Ivan Perisic dan Antonio Candreva yang beroperasi di winger belum memberikan pasokan umpan secara maksimal buat penyerang kelahiran Rosario, Argentina itu. Plus performa full-backs Inter yang inkonsisten menyulitkan Icardi.

Sebaliknya Immobile merupakan penyerang yang punya kemampuan membuka peluang dan punya akurasi umpan yang lebih ciamik ketimbang Icardi. Persentase kesuksesan umpan Icardi cuma 71 persen, sedangkan Immobile ada diangka 78 persen. Catat juga Immobile membuat tujuh assist sedangkan Icardi baru satu.

Immobile juga punya inisiatif mengkreasi serangan dengan melakukan dribbling. Bekas pemain Torino itu men-dribble bola dengan sukses rata-rata per laga yakni 1,1 kali. Sedangkan Icardi hanya 0,3 kali per laga. Walau kalah di tiga variabel, akurasi umpan, dribble, dan assist akan tetapi Icardi adalah penyerang yang jauh lebih mematikan. Tingkat keakuratan sepakannya mencapai 75 persen, sedangkan Immobile cuma 63 persen.

Icardi yang punya tinggi badan 181 sentimeter malah lebih sering menang dalam duel udara dibandingkan Immobile yang empat sentimeter lebih tinggi (185 sentimeter). Angkanya 22 berbanding tujuh.

Sementara itu, La Gazzetta dello Sport kemarin menuliskan Inter dalam keadaan krisis. Kalah beruntun tiga kali, dua di Serie A oleh Udinese (16/12) juga Sassuolo (23/12) dan satu di Coppa Italia oleh AC Milan (27/12), membuat kemenangan atas Lazio wajib hukumnya.

Winger Inter Antonio Candreva pun sepakat kalau konfidensi timnya sedang ada di titik rendah. Karena itu, laga versus Lazio adalah pertandingan super penting yang menentukan baik-buruknya posisi Inter di klasemen akhir nantinya.   “Kami kehilangan sedikit keberuntungan. Dua kekalahan di Serie A terjadi dengan menyakitkan karena membuat kesalahan di babak kedua,” kata Candreva kepada RAI Sport.  (dra)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-italia 

Berita Terkait

Jamu Parma, Icardi Ingin Pecah Telur

Liga Italia

Bukan CR7, Tapi CR5,5

Liga Italia

Saham Klub Dibeli dengan Bitcoin

Liga Italia

Jamu Lazio, Juventus Menanti Gol Debut CR7

Liga Italia

Mourinho: Ronaldo Magnet Kuat di Serie A

Liga Italia

Buffon Masih Simpan Ambisi di Liga Champions

Liga Italia

IKLAN