Sabtu, 17 November 2018 12:06 WIB
pmk

Kesehatan

Waduh, Kids Zaman Now Rentan Obesitas

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Banyak yang beranggapan kalau anak yang gemuk itu lucu dan menggemaskan. Padahal, dibalik kelucuan tersebut ada bahaya yang mengintai si anak.

Apalagi, anak-anak di kota-kota besar, seperti Jakarta ini. Sering mengkonsumsi junk food karena ibu bekerja.

Pola makan yang tidak sehat itu berakibat anak tidak mendapat asupan bergizi, asal makan, dan akhirnya bukannya sehat malah kegemukan. Menurut dr Klara Yuliarti SpA(K), staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kriteria obesitas yang benar adalah mengukur Body Mass Index (BMI), tidak sekadar perbandingan tinggi dan berat badan. Penyebab obesitas sendiri  multifaktorial.

”Gen hanya mempengaruhi pada kecepatan metabolisme. Justru faktor lingkungan yang lebih berperan besar,'' ujar Klara dalam acara diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras tentang ”Dampak Jangka Panjang Obesitas Anak” di Jakarta, baru-baru ini.

Obesitas, lanjut Klara, menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti hipertensi dan gangguan profil lemak yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK). Obesitas juga memicu intoleransi glukosa yang merupakan awal dari diabetes melitus tipe 2.

Komplikasi lain adalah sleep apnea (gangguan tidur), masalah persendian, serta perlemakan hari dan batu empedu. ''Dengan kata lain, obesitas adalah penyebab berbagai penyakit kronis. Untuk mengelola obesitas anak tidak mudah. Sehingga lebih baik dilakukan pencegahan sedini mungkin,'' kata staf Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak di FKUI/RSCM itu.  

Dia menyarankan, sebaiknya berikan anak minuman berupa air putih dan susu saja. ”Tidak boleh minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi,'' tukasnya.

Konsumsi gula, ditambahkan Aurora Lumbantoruan M.Psi, ada hubungannya dengan faktor pendidikan dan sosial ekonomi pada keluarga. ”Kurang pengetahuan tentang makanan sehat menyebabkan orangtua cenderung membeli makanan tinggi lemak dan murah. Faktor ekonomi juga pemicunya,'' jelas Aurora.

Menurutnya, jika obesitas pada anak terlambat diketahui, maka pada usia dewasa akan menumpuk berbagai penyakit. Obesitas atau kegemukan merupakan masalah global yang berdampak pada meningkatnya morbiditas (angka kesakitan) serta pengaruhnya terhadap peningkatan mortalitas (angka kematian) pada orang dewasa di dunia.

''Obesitas tak membunuh seketika, tapi bertahap,'' imbuh Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI) dr Tirta Prawitasari, MSc, SpGK.

Dia memberi contoh, obesitas bisa menyebabkan seseorang mengalami gagal jantung. Sebab ketika seseorang berbobot besar, jantung mempunyai peran besar sekali menyampaikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

''Yang dialiri jantung kan besar sekali bebannya. Sehingga lemak yang tinggi membuat organ tertutup, beban menjadi berat. Sesak napas yang dialami seseorang dengan obesitas bisa karena gagal jantung, atau paru-paru, dan kegagalan sirkulisasi,'' tutupnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kids-zaman-now 

Berita Terkait

IKLAN