Nusantara

Sulap Lahan Gambut Jadi Destinasi Wisata

Redaktur:
Sulap Lahan Gambut Jadi Destinasi Wisata - Nusantara

LUBUK PENYENGAT-Lahan gambut yang disulap jadi destinasi wisata. Foto: Jambi Ekspres

INDOPOS.CO.ID - Komunitas Muaro Dano, Desa Baru, Marosebo, Muaro Jambi layak menjadi contoh bagi daerah lainnya di Provinsi Jambi. Karena dari tangan komunitas ini, lahan gambut bisa disulap menjadi destinasi wisata “Lubuk Penyengat” yang menawarkan konsep kearifan lokal masyarakat setempat.

Pengunjung objek wisata Lubuk Penyengat Desa Baru, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi membludak di akhir tahun 2017. Para pengunjung dari Kota Jambi dan beberapa daerah tetangga lainnya berdatangan untuk melihat destinasi wisata baru, hasil buah tangan komunitas Muaro Dano. 

Komunitas itu merupakan warga Desa Baru yang beranggotakan 30 orang yang memiliki konsep kreatif. Mereka berhasil merubah sekitar 1 hektar lahan gambut menjadi objek wisata yang saat ini ramai dikunjungi warga untuk berakhir pekan.

Objek wisata yang diberi nama Lubuk Penyengat itu lahir dari ide beberapa pemuda karena Desa Baru Kecamatan Maro Sebo dilewati wisatawan lokal dan Luar Negeri yang berkunjung ke kawasan percandian Muaro Jambi.

Dari potensi itu, para pemuda yang di motori Ahmad Misran, Sukirman dan Ahmad Yani tergerak untuk menuangkan ide-ide kreatif komunitas Muaro Dano. Komunitas manawarkan kearifan lokal dan budaya setempat dengan memamfaatkan lahan gambut yang sudah tidak bisa dimamfaatkan warga.

Ketua Komunitas Muaro Dano, Ahmad Yani mengatakan, komunitas yang digawanginya pada Februari 2017. Dari kominitas itu mereka mengawali beberapa kegiatan dalam membangun Objek Wisata Lubuk Penyengat.

“Komunitas Muaro Dano ingin menawarkan wisata berbasis alam tampa merusak lingkungan. Sehingga semua bahan yang kita gunakan juga ramah, sepeti sabut kelapa dan rotan,” ujarnya, belum lama ini.  

Lahan wisata Lubuk Penyengat mencakup area seluas kurang lebih 2 hektar. Namun baru 50 persen yang dimanfaatkan sebagai spot fhoto selfie dan tempat wisata berupa saung, payung. “Sebagai lahan merupakan gambut. Ini yang nantinya akan kita coba mamfaatkan untuk pengembangan,” ucapnya.

Sejak diresmikan dan dibuka pada Agustus 2017, Teluk Penyengat yang menawarkan berbagai wahana lingkungan ini sedah dikunjungi 2.000 pengunjung. Dengan potensi ini pada September 2017, Komunitas Muaro Dano secara resmi telah berbadan hukum melalui surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang pengesahan Kelompok Sadar Wisata.

“Selain menyediakan tempat selfie yang indah dan unik Lubuk Penyengat juga menyediakan kuliner khas desa yang melengkapi kenyamanan anda bersama keluarga tercinta saat berkunjung ke kawasan wisata lubuk penyengat seperti Gulai Pucuk Rotan, ikan panggang ruan, ditemani sambal terasi dan sambal jeruk nipis,” sebutnya.

Untuk mengujungi Lubuk Penyenagat pengunjug tidak perlu merogoh saku terlalu dalam. Untuk tiket masuk, 1 orang pengujung hanya dibebeni Rp. 3000 plus parker Rp2.000. jumlah ini sudah terbayar ketika penjunjung bisa mengebadikan kunjungan dibeberapa wahanaya yang ditawarkan. (faz/JPG)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Wisatawan Serbu Kain Tenun Badui

Internasional / Mesir Buka Piramida Bengkok untuk Pariwisata Bagi Masyarakat Umum

Daerah / Event Tarian Ini Menyertakan Ribuan Orang

Lifestyle / Perjalanan Wisata Biaya Murah, Ini Triknya

Lifestyle / Lawang Sewu Kini Tak Angker Lagi

Megapolitan / Ribuan PKL Kota Tua bakal Direlokasi


Baca Juga !.