Rabu, 21 November 2018 05:15 WIB
pmk

Tekno

Netizen Minta Akun Donald Trump Diblokir, Begini Kata Twitter

Redaktur:

Donald Trump (TechCrunch)

INDOPOS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sering kali membuat kontroversi. Terlebih di jagat maya. Posting-annya di Twitter kerap membuat netizen geram. Betapa tidak, pemimpin tertinggi negeri paman sam itu kerap memuat tulisan provokatif.

Bahkan tidak sedikit yang mengeluhkan tingkah Trump dalam bermedia sosial itu. Buntutnya, banyak pengguna Twitter lainnya yang berharap untuk pihak Twitter memblokir akun milik Trump.

Menanggapi hal tersebut, pihak Twitter menyatakan bahwa akun yang dimiliki para pemimpin dunia diperlakukan secara berbeda. Sebab, meskipun kontroversial, informasi dari mereka dibutuhkan oleh masyarakat.

Donald Trump

Tweet Donald Trump yang menuai kontroversi. (Screenshot)

 

“Sudah banyak diskusi tentang tokoh politik dan pemimpin dunia di Twitter, dan kami ingin berbagi sikap,“ jelas Twitter melalui blog resminya sebagaimana dikutip JawaPos.com dari laman TechCrunch, Sabtu (6/1).

“Twitter hadir untuk melayani dan membantu memajukan percakapan publik global. Para pemimpin dunia yang terpilih memainkan peran penting dalam percakapan itu karena dampaknya yang luar biasa terhadap masyarakat kita,” tambahnya.

Pihak Twitter menjelaskan bahwa memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menghapus Tweets kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang seharusnya dapat dilihat dan diperdebatkan orang. Itu juga tidak akan membungkam pemimpin itu, tapi tentu saja akan menghambat diskusi yang diperlukan seputar kata-kata dan tindakan mereka.

Diketahui, permintaan untuk memblokir akun Twitter milik Trump ramai dibicarakan belakangan ini. Itu setelah sang Presiden menyatakan di Twitter bahwa dia memiliki senjata nuklir yang jauh lebih besar dan powerful dibandingkan milik pemimpin Korut Kim Jong Un.

Banyak yang beranggapan bahwa Trump menggunakan Twitter untuk menebar ancaman, teror dan kekerasan. Beberapa orang bahkan demo di kantor Twitter di San Francisco terkait hal tersebut.

Twitter menegaskan pihaknya tetap melakukan review tweet para pemimpin dunia, sekaligus menegakkan aturan pada mereka meski ada perkecualian untuk para pemimpin dunia. Jadi tetap ada kemungkinan ada konten diblokir jika menyalahi aturan. "Kami bekerja keras untuk tetap tidak bias," pungkas Twitter.(ryn/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #twitter #donald-trump 

Berita Terkait

Trump Kalah di Parlemen Dorong Penguatan Rupiah

Internasional

Hadang Imigran Gelap, Trump Kirim Tentara

Internasional

IKLAN