PN Jakut Upayakan Mediasi, Ahok Wajib Hadir

INDOPOS.CO.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya Veronica Tan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jumat (5/1).

Namun sebelum digelarnya sidang perceraian itu, PN Jakut lebih dulu akan melakukan mediasi terhadap kedua belak pihak, dalam hal ini Ahok selaku penggugat dan Veronica selaku tergugat.

“Pada saat majelis hakim menetapkan sidang pertama, harus ditempuh dulu upaya mediasi,” katanya di PN Jakut, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/1).

Mediasi bertujuan untuk mendamaikan kembali hubungan suami istri. Nantinya, proses mediasi akan digelar secara tertutup. Ini bertujuan untuk menjaga privasi dari kedua belah pihak yang sedang berperkara. “Memang tertutup karena ada hal-hal yang menyangkut pribadi,” ujarnya.

Baca Juga :

Inikah Cara Menteri BUMN Sindir Ahok?

Pada saat proses mediasi, kedua belah pihak dapat menunjuk mediatornya masing-masing. “Mediator bisa ditunjuk apakah dari luar ataupun dari dalam pengadilan sendiri yang bersertifikat atau sudah ditentukan berdasarkan penetapan ketua pengadilan,” imbuhnya.

Keberadaan mediator, bukan berarti membolehkan penggugat dan tergugat untuk tidak hadir dalam proses mediasi. “Harus datang. Tidak ada alasan bagi penggugat dan tergugat untuk tidak hadir dalam proses mediasi,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan Ahok yang saat ini berstatus terpidana dan masih menjalani hukuman?. “Dia (Ahok) harus datang, bagaimana caranya, mediasi tanpa ada penggugat dan tergugat. Sekalipun dalam pengertian, dia sudah punya kuasa untuk mewakili kepentingan penggugat bertindak untuk dan atas nama diri dan nama penggugat,”

Soal kewajiban penggugat dan tergugat untuk hadir dalam proses mediasi gugatan cerai itu sendiri telah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2016. (ydh)

Komentar telah ditutup.