Senin, 26 Februari 2018 02:28 WIB
Citra indah

Ekonomi

Pekerja Kecam Merosotnya Kinerja Pelayanan JICT

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Merosotnya kinerja pelayanan di Jakarta International Container Terminal (JICT), membuat prihatin. Termasuk oleh  Serikat Pekerja ( JICT).

Mereka menyesalkan buruknya pelayanan di pelabuhan petikemas tersebut yang semakin meningkat akhir-akhir ini. Bahkan insiden fatal keluarnya petikemas impor tanpa izin sempat terjadi.

"Penyebab merosotnya layananan di JICT, berdasarkan hasil kajian SP JICT diduga karena  vendor baru Multi Tally Indonesia (MTI) yang tidak memiliki SDM terampil dalam mengerjakan pelayanan pelabuhan," ujar Ketua SP JICT, Hazris Maslyah di Jakarta, Selasa (9/1).

Hal lainnya menurutnya adalah profesionalitas Direksi yang bertanggungjawab langsung di bidang pelayanan. Pihaknya mencatat ada 15 insiden kecelakaan kerja. Serta memburuknya produktivitas menunjukkan lambatnya penanganan oleh Direksi.

"Karena itu SP JICT meminta agar Direksi JICT dan Pelindo II bersama pejabat negara yang berwenang di pelabuhan berhenti bermain-main dengan pelayanan publik. Yang dibutuhkan adalah langkah-langkah nyata untuk menghentikan berbagai insiden di JICT," tegas Hazris .

Pihaknya meminta Pelindo II bersama Kementrian Perhubungan untuk ikut mengatasi merosotnya kinerja di pelabuhan dengan mengerahkan semua kewenangan yang dimiliki.

"Hal ini untuk memberikan pelayanan terbaik buat pengguna jasa di pelabuhan petikemas tersebut.

"SP JICT berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tapi kami sayangkan kebijakan kontraproduktif Direksi ini," jelas Hazris.

Menurutnya,  SP JICT telah mengeluarkan surat edaran kepada pekerja untuk bekerja sesuai dengan SOP dan tanggung jawab masing-masing pekerjaan.

Tercatat telah terjadi 28 re-handling muatan di kapal, terjadi salah posisi muat, petikemas tidak terangkut dan kapal terlambat. Hal ini karena pegawai baru MTI tidak bisa menggunakan sistem dengan benar.

Bahkan ada truk harus menunggu sampai 32 jam untuk mendapatkan pelayanan. 

“Dwelling time dan kemacetan di JICT lebih karena Direksi dan vendor baru MTI yang diduga kurang profesional. Namun kami sesalkan kenapa seolah Direksi menyalahkan pekerja," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #Jict 

Berita Terkait

IKLAN